Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Juli 2014

Catatan Perjalanan Gunung Merbabu #2

Sebelumnya : Catatan Perjalanan Gunung Merbabu #1


salah satu jalur gunung merbabu



Seuasai berkemas dan ritual pagi lainnya, kaki mulai kembali melangkah. Mentari semakin tinggi diiringi terik yang menghangatkan kulit. Jalur landai mulai tergantikan dengan tanjakan-tanjakan yang cukup menguras energi. Perjalanan kami kali ini pun masih sama, sepi dan tidak ada rombongan lain yang bersama kami. Bunga-bunga edelweiss mulai nampak menghiasi jalan yang kami lalui, selain cantigi dan tumbuhan lain penghuni merbabu yang seolah tumbuh bahagia. Pos demi pos mulai terlewati, jalur demi jalur telah terlalui, lukisan panorama alam tersaji menemani perjalanan, alangkah indahnya secuil sudut negeri ini yang sangat sayang bila kita mengotorinya. 

Minggu, 29 Juni 2014

Catatan perjalanan Gunung Merbabu #1



24 - 27 Mei 2014


salah satu jalur gunung merbabu

Hujan di malam itu tak kunjung reda mengguyur kota Bandung, dan kami pun terpaksa berbasahan-basahan menembus buliran air yang tercurah. Jalan becek tergenang dimana-mana, terus berjalan memburu waktu. Ya sebentar lagi kereta api yang akan kami naiki akan segera berangkat tapi kami masih begegas berjalan. Nafas mulai tersengal sedikit berlari, suara dari corong pengeras suara mulai mengkomandoi para penumpang untuk segera bergegas masuk ke dalam gerbong, dan kami malah sejenak terjebak dalam antrian penumpang yang mengular. Entahlah bagaimana jadinya kalau kami tertinggal kereta, mungkin saya tak akan menulis catatan perjalanan ini. Kereta api pun melaju dalam buaian malam menembus gelap. Akhirnya kami bisa duduk dengan tenang dan sedikit bisa menghela nafas lega. Suasana di dalam gerbong kereta ekonomi itu cukup ramai, oleh rombongan ibu-ibu yang akan bertamasya, para pendaki dari itenas yang akan ke gunung rinjani, serta para penumpang lainnya yang masih sibuk menata barang bawaannya. 

Sabtu, 15 Februari 2014

Catatan Perjalanan : Belajar dari alam yang terkembang, Gunung Ciremai


Langit hitam memekat menemani penghuni bumi yang terlelap, tetesan air mulai turun tercurah dari buaian sang awan kelabu. Deru mesin mobil bak terbuka sejenak memecah kesunyian malam di tengah hamparan perkebunan. Dinginnya udara pengunungan mulai menyapa, di kejauhan  lampu kota genit berkerlap-kerlip.Jalan semakin sempit dan licin, melintasi jalur tanjakan tiba-tiba raungan mesin terdengar keras, bersusah payah menginjak pedal gas, sang pengemudi akhirnya pasrah dan menyerah. Langit gelap masih menemani, onggokan besi bermesin tersebut mundur perlahan, suara deru mesin lamat-lamat mulai menjauh dari kuping digantikan dengan derap langkah dan helaan nafas ke-7 anak manusia.

Selasa, 21 Januari 2014

Catatan Perjalanan : Gunung Kerenceng (Bagian 2)



Sekitar  30 menit perjalanan dari stasiun cicalengka menuju  titik awal pendakian di Jambu aer, perjalanan pendakian pun kami mulai. Jalur awal merupakan perkampungan dan ladang perkebunan sayuran warga.  Jalur menuju pucuk tertinggi Kerenceng memang tidak ada petunjuk arah sama sekali, dan petunjuk arahan dari warga sangat berguna sekali sebagai navigasi  kami. Selepas berjalan sekitar 1 jam, sampailah kami di vegetasi hutan, ditandai dengan sebuah plang hijau kusam milik perhutani. Hutan yang kami lalui memang tidak cukup rimbun oleh pepohonan, namun semak dan ilalang yang harus kami lewati cukup tinggi, sekitar 1 meter lebih, bisa jadi karena jalur tersebut mungkin jarang dilalui. Namun disyangkan di beberapa titik kami temui tunggul-tunggul dan dahan-dahan pohon berserakan sehabis ditebang.


Rabu, 18 Desember 2013

Catatan Perjalanan : Gunung Kerenceng (Bagian 1)

24 November 2013

salah satu jalur gunung kerenceng

Perjalanan yang bisa dikatakan mendadak, dan setelah saya lihat catatan-catatan perjalanan sebelumnya kebanyakan memang perjalanan saya dan kawan-kawan sebagain besar mendadak alias impulsif. Tapi saya dan kawan-kawan seperjalanan sebisa mungkin dan hampir pasti menerapkan manajemen perjalanan, sama seperti teori klasik dari mata kuliah saya dulu (jadi inget kuliah, orang pada udah lulus..), yaitu 5W 1H, what, who, when, where, why dan How. Oke saya tidak akan bahas lebih jauh lagi 5w 1 h :). Lanjut.

Pendakian gunung yang cukup mendadak ini sebenernya hasil dari kebingungan saya dan rekan yang akan menetapkan gunung yang akan didaki. Opsi ada 2 yaitu Kerenceng & Kendang, dan saya sedikit ingat waktu dulu berkunjung ke curug cinulang di daerah tersebut terdapat beberapa gunung dan salah satunya adalah Kerenceng. Dan jadilah gunung kerenceng yang akan sedikit kami eksplorasi di hari minggu itu.

Minggu, 08 Desember 2013

Catatan Perjalanan : Gunung Galunggung, Tasikmalaya


2 November 2013


Tasikmalaya, itulah tujuan perjalanan saya dan kawan-kawan dari satubumikita di awal bulan November lalu.Lebih tepatnya lagi berkunjung ke sebuah gunung yang pernah meletus hebat di sekitaran tahun 1982-1983, yaitu Gunung Galunggung. Perjalanan kali ini seperti biasa kami awali dari kota Bandung. Bertolak dari Terminal Cicaheum kami menggunakan bisjurusan Purwokerto via Tasik menuju Terminal Indihiang.  Perjalanan bis dari Cicaheum menuju Indihiang memakan waktu sekitar 3 jam, dari terminal Indiang kemudian perjalanan berlanjut menuju gerbang masuk Galunggung dengan mencarter 2 angkot.

Selasa, 10 September 2013

Sejenak Berkunjung Ke Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi

Lambang kasepuhan Ciptagelar. Credit foto: http://kampunghalimun.blogspot.com


Setelah menempuh jarak yang bisa dikatakan jauh, akhinya saya dan saudara saya sampai juga di sebuah keramaian malam di sebuah kampung di pelosok nun jauh di balik bukit-bukit. Keramaian tersebut bukan tanpa sebab, karena di tempat tersebut terdapat sebuah perayaan menyambut keberhasilan hasil dari panen padi. Kampung yang di maksud adalah sebuah kampung yang bernama Kasepuhan Ciptagelar, yang lokasinya cukup sulit dijangkau oleh kendaraan.  Perayaan yang dimaksud adalah Seren Taun. Seren Taun merupakan  salah satu ritual/perayaan adat tahunan dari Kasepuhan yang selalu menarik minat masyarakat luas untuk berkunjung kesana dan melihat prosesi adat, pertunjukkan hiburan atau budaya yang mungkin sudah jarang di temui di daerah lain. Perayaan puncak Seren Taun di tahun 2013 ini jatuh pada tanggal 1 September.

Rabu, 12 Juni 2013

Gede Yang Ramai

Langkah-langkah kaki, berayun, menapaki sejengkal demi sejengkal tanah berpasir. Tak lama hujan sedikit mereda dan kemudian membesar mencurahkan buliran air menghujam bumi.

Asap mengepul tenang, membungbung tinggi di tengah kawah yang menganga. Ramai orang berjejalan, berteduh, beriringan, melangkah, kebasahan, kedinginan letih.

Kumpulan cantigi membisu, bergoyang tertiup angin tersaput halimun senja. Sang bunga abadi terpaku terdiam bersama remang cahaya terhalang mega. Gulita mulai menyeruak di tengah lembah riuh kumpulan anak manusia.

Entah apa yang mereka dan aku cari di sana?
Beribu jawaban yang mungkin klise bisa jadi terlontar dari mulut yang kelu.

Hari mulai bergulir kembali, beriring doa terpanjat pada sang Pencipta semesta.  Langkah kecil adalah awal bersama pagi yang menyambut segar. Berjalan diantara rindangnya pepohonan serta hijaunya hutan di kejauhan pelupuk mata. Gontai langkah bersama kawan di alam, mencoba sedikit menemukan arti dari secuil sisi diri kita sebagai manusia, manusia yang kecil tapi kadang begitu angkuh dan sombong. Mencoba untuk mencintai tanah dan air yang luas terbentang seolah tak berujung.

ilustrasi : Dephut.go.id

Sabtu, 11 Mei 2013

Rakutak, Sepanjang Jalan

Minggu, 7 April 2013

Di Stasiun Bandung
Sang mentari belum keluar dari peraduannya, gelap temaram masih menyeruak menyelimuti kota Bandung yang masih lengang dengan udara sejuk menyapa wajah. Minggu subuh yang sepi di bilangan Stasiun Bandung, kereta api patas sudah terparkir menunggu penumpang yang akan mengantarkan menuju stasiun-stasiun di sebelah timur Bandung. Tak lama, suara dari corong pengeras suara memberitahukan bahwa kereta patas tujuan ke arah cicalengka akan segera berangkat. Bergegas kami pun berjalan menuju peron dan masuk gerbong yang sepi. Kereta pun kemudian mulai bergerak menunaikan tugasnya, dan terbilang cepat kami pun akhirnya sampai di Stasiun Rancaekek hanya dengan hitungan sekitar 10 menit. Melewati pemandangan sawah yang tak terlihat gelap dan tentunya melewati sebuah Stadion anyar dekat Stasiun Cimekar yang bercahaya dari kejauhan. Stadion yang akan menjadi kebanggaan warga Jawa Barat yang sempat hangat dibicarakan karena salah satu usulan penamaannya merujuk pada nama wali kota Bandung yang menjadi saksi kasus korupsi, tapi untunglah namanya tak dijadikan nama stadion tersebut. 


Jumat, 11 Januari 2013

Antara Cilincing dan Oud Batavia



Museum Jakarta

Bertolak dari Bandung menggunakan bis di terminal antarkota Leuwi Panjang, hari minggu siang itu bis yang saya tumpangi langsung cepat melaju tanpa banyak ngetem. Gerangan di hari itu tujuan saya adalah ibukota. Karena niat saya untuk jalan-jalan, jadi kemacetan serta tetek bengek hal yang menyebalkan khas ibukota sedikit saya lupakan, dan coba dibawa senang saja. Setelah keluar tol dan mendarat selamat di jalan dalam kota, saya langsung mencari shelter busway dengan jurusan Harmoni, dari harmoni lanjut naik busway lagi ke shelter RS Tarakan untuk janjian dengan teman bernama Gustaf orang Cimahi.

Sabtu, 01 Desember 2012

Catatan Perjalanan: Menggapai Puncak Tanah Jawa. Bagian 2

Menggapai Puncak Tanah Jawa Bagian 1:  KLIK DI SINI


Semburat Jingga di Pagi hari, Ranu Kumbolo
Pagi yang segar dan cukup dingin menyapa kami yang mulai terjaga dari tidur yang cukup lelap. Tubuh yang lelah sepertinya membuat kami terlelap tidur dalam dekapan sleeping bag yang hangat. Di hadapan tenda kami, terhampar Ranu Kumbolo, danau yang sedari malam keindahannya tak dapat langsung kami nikmati. Suasana Ranu Kumbolo saat itu tak begitu ramai, hanya ada 3 tenda selain kami yang berada di sekitar kami. Seperti biasa, setelah mengumpulkan nyawa yang tercecer, prosesi pagi yang mengasyikan dimulai yaitu, masak-memasak. Seperti yang telah disebutkan di bagian 1, menurut saya proses masak-memasak di alam bebas cukup menyenagkan dan membutuhkan kreatifitas. Pagi itu, yang menjadi koki kita yaitu saudara Iwonk dan Bung Gustaf, menu masakan yang dimasak adalah Sup sayur wortel, kentang, kol dan beberapa tumisan serta makanan yang kami bawa sebelumnya. Makan pagi yang nikmat di naungi langit biru di hadapan danau yang tenang, di antara bukit-bukit kecil yang berjejer.

Kamis, 29 November 2012

Catatan Perjalanan: Menggapai Puncak Tanah Jawa. Bagian 1

"Bintang gemintang bersinar genit hiasi temaramnya langit, berteman embun yang datang lebih awal. Bersama derap langkah anak manusia dan alam yang menyatu mengharu biru. Semburat jingga mulai menyapa di sisi cakrawala membentang indah bersama gumpalan awan. Hembusan nafas berlomba bersama jantung pepompa darah, kaki-kaki kolektif nan lincah berjuang bersama menuju sebuah singgasana para dewa" 


Kamis, 25 Oktober 2012

Catatan Perjalanan: Bersama, Bahagia dan Ceria di Talaga Bodas, Garut





Setelah cukup lama saya menunggu dan sedikit memendam rasa untuk berkunjung ke Talaga Bodas, Garut (halah, lebay). Dan. Yess, akhirnya pada tgl 20-21 oktober yang lalu (sabtu dan Minggu) kesampaian juga saya menjejakkan kaki di secuil surga yang tersembunyi di pelosok kota dodol dan domba itu. Sabtu pagi yang cukup cerah, menandai keberangkatan saya dan beberapa orang teman yang biasa bertualang dan ngukur jalan bersama. Yang ikut saat itu berjumah 11 orang dan ditambah 3 orang yang duluan memakai motor. Starting point keberangkatan kami mulai dari Surapati core di bilangan jalan suci Bandung. Untuk mencapai Garut, kami ber-11 mencarter elf sampe pasar Wanaraja. Butuh waktu sekitar 3 jam untuk sampai wanaraja, karena biasa bila weekend tiba si komo suka lewat sembarangan jadi suka macet. 

Kamis, 11 Oktober 2012

Jejak-jejak di Hari Sabtu


Di sabtu pagi yang cerah itu dimulailah petualangan kami menuju daerah Cilengkrang, Ujung Berung Bandung. Perjalanan sendiri dimulai dari masjid Ujung Berung dengan berjalan kaki. Petualangan kali ini diikuti oleh 10 orang Rimbawan dan Rimbawati (meminjam istilah dari Pa Tatan, nanti dibalikin ya pak istilahnya. he ).

Senin, 01 Oktober 2012

Catatan Perjalanan: Kisah di Gn. Guntur Yang Sempat Terngiang

Hari sabtu dan minggu yang lalu (22-23 september 2012), saya berkesempatan kembali bertualang dan menikmati jejak-jejak keindahan alam yang terhampar luas di tanah priangan. Dan lagi-lagi Garut yang menjadi pilihan, karena jarak dari Bandung yang cukup dekat serta banyaknya objek alam menarik yang patut dikunjungi. Kali ini yang akan dijelajahi adalah Gunung Guntur.

Di dalam KRD,   foto: Bu wiwit

Jumat, 07 September 2012

Ngaleut Menyusuri sisa-sisa jalur kereta api Soreang - Ciwidey

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember nanti 2012, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. Wilujeung!

Bandung, Minggu 7 Maret 2010

Menyusuri sawah

Kamis, 06 September 2012

"Gerilyawan" Aleut! Menembus Sebagian Patahan Lembang

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember nanti, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. Wilujeung!

Bandung ,13 Juni 2010

Saat orang ramai-ramai membicarakan tentang video xxx yang salah satunya mirip musisi dari Bandung dan pertandingan sepak bola Piala dunia di Afrika Selatan. Di salah satu sudut Dago yang memang benar untuk pa-dago-dago terdapatlah sekumpulan orang yang sedang tidak membahas ke 2 hal tersebut tapi sedang merencanakan sebuah strategi, ibarat sebuah perang maka teknik dan strategi yang dipakai adalah perang gerilya. Bukan bertugas untuk melawan kompeni karena kita sudah berada di jaman merdeka bukan pula perang melawan korupsi karena itu tugas KPK tapi untuk menembus dan menjelajahi sebuah kawasan yang biasa disebut dengan Patahan Lembang atau sesar lembang.



Selasa, 04 September 2012

KRD (Kereta Rakjat Djelata)

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember nanti, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. Wilujeung!

Bandung, Minggu 24 Januari 2010


Minggu pagi yang cerah dengan matahari yang cukup hangat mengiringi langkah Derry dan Taufik. Entah apa yang mereka berdua lakukan menyusuri lintasan rel kereta api yang sudah tidak digunakan lagi. Mereka berdua mulai menyusuri rel kereta api yang sudah 'kadaluarsa' di bilangan Jalan Gatot Subroto sebelah kanan BSM (Bandung Super Mall). Lalu selanjutnya masuk ke jalan Turangga melewati pemukiman penduduk dan sungguh mereka tidak beruntung karena rel tersebut mentok di markas TNI. Tapi bongkahan-bongkahan sisa kereta api yang mulai berkarat terparkir membisu di antara rumput-rumput yang tinggi dan lapangan sepak bola.



Senin, 03 September 2012

Antara Sunrise, Batu Kuda & Jatinangor

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember 2012  nanti, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. Wilujeung!

Bandung, Minggu 17 Januari 2010



Saat itu saya, derry, shela dan awang telah berkumpul di perempatan cicaheum tuk melakukan perjalanan mengejar matahari terbit (sunrise) di daerah Bandung timur, tepatnya di daerah Batu kuda Gn.Manglayang. Jadi perjalanan kami mulai dari dini hari.


Singkat cerita

Rabu, 29 Agustus 2012

Ngaleut Pecinan, Sisi Lain Kota Bandung

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember nanti, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. :)

Bandung, 04 April 2010

Vihara satya budhi
Bila setiap akhir pekan Bandung banyak diserbu pelancong khususnya dari Jakarta yang hanya sekedar berlibur ataupun belanja pakaian dan wisata kuliner di titik-titik keramaian kota Bandung. Titik-tiik tersebut seperti di daerah jalan setiabudhi, cihampelas, dago, riau dll yang menjadikan Bandung semakin semarak, macet dan itulah salah satu wajah lain kota Bandung di akhir pekan.

Hunting pakaian di Fo-Fo atau di distro atau hunting makanan enak di Bandung mungkin sudah biasa, tapi bagaimana kalau hunting tempat-tempat bersejarah, ehmm..itu bisa dikatakan amazing ,,hehe.