Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Camping Festival, 3 - 4 Oktober 2015, Ranca Upas, Ciwidey




Komunitas satubumikita mempersembahkan
Seuri Bray !!!! It's camping Festival
3 - 4 Oktober 2015, Ranca Upas, Ciwidey.

Mari merapat di Festival berkemah pertama di Bandung

  • Registrasi Pendaftaran Rp. 150.000, dibuka dari tanggal 26 Agustus - 20 September 2015

Fasilitas : 
Transportasi PP Bandung-Ciwidey menggunakan truk tentara
Kaos kegiatan
Makan 1 kali
Sarapan 1 kali
Souvenir
Tiket masuk kawasan

  • Pendaftaran ditutup tanggal 20 september 2015
  • Info dan Konfirmasi pembayaran
Emey 0859-7433-1420 / Pin 51d3f52e
Bayor 0821-2878-8392 / Pin 323364ea
Taufik 0819-1012-0717 / Line mangopik
  • Titik Kumpul Museum Sribaduga Bandung (dekat Tegallega), Tanggal 3 Oktober, hari sabtu Jam 08.00
  • Bintang tamu : Angsa dan serigala, Fiersa Besari, Parahyena, Klopas, Serambi Langit & Pangapungan
  • Acara diskusi mengenai manajemen perbekalan 
  • Sharing dari Kang Irfan penulis buku "Tabah Sampai Akhir"
  • Bazar makan dan minuman dari berbagai tenan


Acara ini di dukung oleh : Bougenville Outdoor, Dinesia art, Kita Clothes, Manaslu Adventure

Media Partner : Explore Pendaki, InfoBDG, Bandung Banget, Edelweiss Basah, Pustaka Tropis Wanadri 


Komunitas satubumikita

Instagram : @satubumikita



Tags :

Camping Festival
Festival Berkemah
Bandung Camp fest
Festival camping di bandung
Camp Fest
#Campfestival
#BandungCampFest
#CampFestBandung
satubumikita
sabuki
sabuki campfest

Selasa, 18 Juni 2013

Bandung oh Bandung





Sekitar 203 tahun yang lalu, sebuah kota kecil mulai terbentuk. Dari ucapan sang Gubernur Jendral yang Galak, Deandels berkata sambil menancapkan tongkatnya:  “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!”. Artinya “Coba usahakan, jika aku datang kembali, di tempat ini telah dibangun sebuah kota!”. Selang 2 abad lebih, kota kecil yang dikelilingi gunung tersebut menjadi sebuah kota besar yang hiruk pikuk, kota yang hanya dirancang untuk penduduk beratus ribu, berubah menjadi pemukimam padat penduduk dengan penghuni berjuta-juta jiwa. Jalan-jalan kecil dengan banyak persimpangan tak mampu menampung kendaraan yang berjubel melimpah ruah menyebabkan kemacetan yang tak terelakkan. Jalan mulai banyak yang berlubang dan korban di jalanan pun berjatuhan, komplen dan gerutuan tak terhindarkan kepada pemerintah kota. 


Senin, 04 Maret 2013

Pawai Kirab Budaya Cap Go Meh 2013 di Bandung



Cap Go Meh di tahun 1880-an pada masa Hindia Belanda*

Seperti tahun-tahun yang lalu, kota Bandung mempunyai sebuah acara yang mungkin bisa rutin diadakan setiap tahun (dimulai sejak tahun 2011). Ya, kirab budaya tionghoa, yaitu perayaan Cap Go Meh. Kegiatannya sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat Bandung dan para wisatawan, yang tentunya menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan kota Bandung terutama di pusat kota yang dilalui oleh arak-arakan pawai barongsai, liong, lampion dll. 


Sabtu, 06 Oktober 2012

Mamaneh, kompilasi lagu untuk Bandung

Anak muda kota Bandung bisa dibilang memang cukup kreatif, salah satu gerakan kreatifnya adalah "mamaneh", yang berarti kumaha maneh dalam aksen bahasa sunda (artinya gimana kamu/terserah lu). Gerakan ini merupakan gerakan untuk memeriahkan ulang tahun Bandung yang ke 202 yang jatuh pada tanggal 25 September, dengan cara mengumpulkan/mengirimkan karya dari musisi muda kota Bandung berupa lagu yang sangat Bandung atau berbau Bandung yang dirangkum dalam kompilasi di web mamaneh.com.

Senin, 01 Oktober 2012

Death Metal di Bandung Braga Festival 2012

Kemarin sabtu (29/09/2012), sengaja sore-sore saya pergi ke perayaan Braga Festival 2012 seperti tahun-tahun lalu. Saya pertamanya mau ketemu sama temen-temen yang lain pas malemnya, ya udah sembari nunggu yang lain dateng saya jalan-jalan aja sendiri keliling-keliling.

Rabu, 26 September 2012

Ode Buat Kota (Bandung)

Selamat ulang tahun untuk kota ku tercinta yang ke 202 Tahun. 25 september 1810 - 25 september 2012. Semoga kota Bandung menjadi lebih baik lagi, pemimpinnya lebih bijak terhadap kebutuhan warga. Serta warganya pun dapat lebih tertib dan bertanggung jawab terhadap kotanya, "kotamu tanggung jawabmu".

***

Di bawah ini ada beberapa lagu yang sering saya dengar dan menurut saya cocok untuk kota bandung atau lagu kecintaan terhadap kota ini. Cekidot.

Minggu, 09 September 2012

Mengunjungi Benteng Belanda di Gunung Puteri, Jayagiri Lembang


Dahulu saat bangsa kita masih dijajah oleh Belanda. Para penjajah tersebut banyak membangun sejumlah bangunan,baik berupa gedung, rumah ibadah, kompleks perumahan bahkan benteng pertahanan perang dsb. Setelah Indonesia merdeka peninggalan tersebut ada yang masih tersisa dengan berbagai kondisi dan ada pula yang musnah. Mungkin salah satu yang kurang mendapat perhatian adalah peninggalan sejarah berupa benteng pertahanan atau pengintaian yang terdapat di beberapa tempat di daerah Bandung dan sekitarnya. Beberapa benteng di antaranya terdapat di Kampung Pasir malang desa cipada, Lereng bukit Gunung Burangrang dan beberapa tempat di sekitar Sumedang, Gunung Puteri Lembang dan masih banyak di beberapa tempat lagi.

Benteng Gunung puteri, Jayagiri Lembang


Jumat, 07 September 2012

Ngaleut Menyusuri sisa-sisa jalur kereta api Soreang - Ciwidey

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember nanti 2012, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. Wilujeung!

Bandung, Minggu 7 Maret 2010

Menyusuri sawah

Kamis, 06 September 2012

"Gerilyawan" Aleut! Menembus Sebagian Patahan Lembang

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember nanti, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. Wilujeung!

Bandung ,13 Juni 2010

Saat orang ramai-ramai membicarakan tentang video xxx yang salah satunya mirip musisi dari Bandung dan pertandingan sepak bola Piala dunia di Afrika Selatan. Di salah satu sudut Dago yang memang benar untuk pa-dago-dago terdapatlah sekumpulan orang yang sedang tidak membahas ke 2 hal tersebut tapi sedang merencanakan sebuah strategi, ibarat sebuah perang maka teknik dan strategi yang dipakai adalah perang gerilya. Bukan bertugas untuk melawan kompeni karena kita sudah berada di jaman merdeka bukan pula perang melawan korupsi karena itu tugas KPK tapi untuk menembus dan menjelajahi sebuah kawasan yang biasa disebut dengan Patahan Lembang atau sesar lembang.



Rabu, 05 September 2012

Wacana Bandung Sebagai Pusat Pemerintahan Hindia Belanda

Apakah pernah terbayang di benak kita semua khususnya sebagai warga Bandung, bila Kota Bandung dijadikan sebagai Ibukota ataupun pusat pemerintahan Indonesia!

Kawasan ITB, sekitar tahun 1925, Foto http://yulian.firdaus.or.id


Ehmm, pasti banyak yang pro dan kontra dengan hal tersebut, bagi yang kontra dengan hal tersebut mungkin dikarenakan sebagai ibukota Provinsi saja Bandung sudah begitu sesak dan padat, bagaimana kalau menjadi ibukota Negara..”Beuki heurin ku tangtung wae ieu kota jigana teh”.

Selasa, 04 September 2012

KRD (Kereta Rakjat Djelata)

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember nanti, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. Wilujeung!

Bandung, Minggu 24 Januari 2010


Minggu pagi yang cerah dengan matahari yang cukup hangat mengiringi langkah Derry dan Taufik. Entah apa yang mereka berdua lakukan menyusuri lintasan rel kereta api yang sudah tidak digunakan lagi. Mereka berdua mulai menyusuri rel kereta api yang sudah 'kadaluarsa' di bilangan Jalan Gatot Subroto sebelah kanan BSM (Bandung Super Mall). Lalu selanjutnya masuk ke jalan Turangga melewati pemukiman penduduk dan sungguh mereka tidak beruntung karena rel tersebut mentok di markas TNI. Tapi bongkahan-bongkahan sisa kereta api yang mulai berkarat terparkir membisu di antara rumput-rumput yang tinggi dan lapangan sepak bola.



Rabu, 29 Agustus 2012

Ngaleut Pecinan, Sisi Lain Kota Bandung

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember nanti, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. :)

Bandung, 04 April 2010

Vihara satya budhi
Bila setiap akhir pekan Bandung banyak diserbu pelancong khususnya dari Jakarta yang hanya sekedar berlibur ataupun belanja pakaian dan wisata kuliner di titik-titik keramaian kota Bandung. Titik-tiik tersebut seperti di daerah jalan setiabudhi, cihampelas, dago, riau dll yang menjadikan Bandung semakin semarak, macet dan itulah salah satu wajah lain kota Bandung di akhir pekan.

Hunting pakaian di Fo-Fo atau di distro atau hunting makanan enak di Bandung mungkin sudah biasa, tapi bagaimana kalau hunting tempat-tempat bersejarah, ehmm..itu bisa dikatakan amazing ,,hehe.

Minggu, 27 November 2011

Cimol Bandung


Setelah lama ga jalan-jalan ke Pasar Gasibu Bandung, tadi pagi (Minggu, 27 November 2011) saya nyempetin jalan-jalan sendirian ke sana. Seperti yang sudah kita tahu, saat hari minggu tiba kawasan Gasibu dan sekitarnya, dari Taman lansia, lapangan Gasibu sampai monumen menjadi tempat mangkalnya para PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berjualan berbagai macam kebutuhan (sandang, pangan, papan). Selain para PKL ada juga orang-orang yang memakai mobil tuk berjualan di pinggir jalan.

Pasar Minggu Gasibu (Photo : Google search)

Sabtu, 12 November 2011

Cicadas Siang itu

Siang itu, Cicadas benar-benar panas dan berdebu. Lalu-lalang kendaraan berseliweran di hadapan. Waktu itu saya sedang menunggu angkot berwarna merah jurusan Cicadas-Elang. Saya menunggu angkot merah itu di depan sebuah gedung bekas Matahari Departemen Store yang sekarang menjadi tempat penjualan pakaian bekas (Cimol). Di sebrang jalan saya berdiri terdapat sebuah bangunan yang dulu ada sebuah tiruan patung Liberti yang sekarang patungnya entah kemana, dipinggir bangunan bercat hijau tersebut terdapat sebuah tempat futsal yang dulu berfungsi sebagai bioskop "Misbar" (gerimis Bubar) yang sangat terkenal di Cicadas.

Kamis, 13 Oktober 2011

Tentang Angsa dan Serigala

Mungkin yang baca tulisan ini rada bingung apa itu Angsa dan Serigala ?. hehehe.

Angsa dan Serigala adalah nama sebuah band asal kota bandung yang sebelumnya saya pun asing dengan nama band ini, ya namanya unik tapi enak didengar gitu. Setelah mendengar salah satu lagunya di salah satu radio di kota bandung (sekitar setahun yang lalu) yang memutar lagu yang berjudul "bahagia", waah saya jadi kepincut juga sama konsep dan lagu-lagu band ini..hehehe

Untuk lebih lengkapnya kita  baca saja tulisan di bawah ini yang sebagian besar saya comot dari blognya Angsa dan Serigala (http://angsadanserigala.blogspot.com/).


Secara keseluruhan, konsep lirik lagu dari Angsa & Serigala berisi kalimat sederhana mengenai kehidupan sehari-hari kita sendiri seperti semangat untuk terus berusaha menjalani rutinitas kita, anjuran dan peringatan maupun penilaian kita terhadap apa yang kita lihat sehari-hari. Berikut beberapa Lirik lagu Angsa & Serigala:

Minggu, 25 September 2011

Catatan Kecil Braga Fest 2011

Bandung, 24 September 2011

Seperti beberapa tahun yang lalu, Kota Bandung memiliki sebuah agenda acara rutin yang di gelar setiap tahun, salah satunya yaitu Braga Festival. Braga festival tahun ini mengambil tema yaitu "Balik Bandung". Braga Fest di selenggarakan selama tiga hari dari tgl 23-25 September dan kebetulan kali ini bertepatan dengan HUT Kota Bandung yang ke-201 tahun (25 September).

Sabtu, malam minggu kemarin (24/09) saya dan beberapa teman berkesempatan ngaramekeun Braga Fest. Menurut saya pribadi belum ada yang terlalu istimewa dari Braga Fest kecuali padatnya para pengunjung, macet dan sampah yang bertebaran dimana-mana. Braga Fest kali ini digelar di 3 titik yaitu di ruas jalan Braga panjang, Braga pendek dan jalan Cikapundung Timur.

Sabtu, 10 September 2011

Potensi Wisata Curug

Indonesia memang begitu kaya akan keindahan panorama alamnya, ditambah keunikan dari setiap budaya masing-masing daerah. Setiap Propinsi bahkan kota memiliki keunikan serta ciri wisata yang khas dan cukup menarik untuk dikunjungi.

Begitu pula dengan Propinsi Jawa Barat (Jabar). Salah satu propinsi terbesar di Indonesia ini memang memiliki kekayaan dan bentang alam yang indah serta menyimpan begitu banyak keindahan yang tak ternilai. Salah satu objek wisata di Jabar yang cukup berpotensi menjadi wisata andalan adalah wisata curug (dalam bahasa sunda berarti air terjun), karena cukup banyaknya curug yang tersebar di setiap kota/kab di  Jabar. Bisa dikatakan mungkin masih banyak curug yang belum dikenal masyarakat banyak dan masih alami.

Kamis, 23 Juni 2011

Dari Dago - Ujungberung Via Moko dan Oray Tapa #1

Sebelum saya lupa sama cerita perjalanan yang satu ini dan hilang dari file otak.

Seting perjalanannya udah lama sekitar setahun yang lalu, akhir bulan Maret 2010.

Gini ceritanya...

Hari minggu subuh yang dingin di kota Bandung, saya dan seorang teman sudah berada di sebuah masjid yang berada di dekat Terminal Dago. Setelah selesai ngelaksanain kewajiban sholat subuh, petualangan pun dimulai. Rencananya tempat yang akan dituju adalah sebuah bukit kecil yang berada di daerah Dago ke atas teruuus, di sana terdapat sebuah tempat yang bernama Daweung atau yang biasa disebut Moko.

Sebelumnya saya udah pernah ke Moko, tapi kebetulan teman saya itu belum pernah kesana dan ngajakin pengen jalan-jalan kesana. Memang teman saya yang satu itu seorang pelancong sejati, yang hobinya naik turun gunung, jalan-jalan di kota, petualangan di alam dan aktivitas jalan-jalan lainnya. Kenalnya pun emang saat jalan-jalan pas ke gua pawon. Namanya ga usah disebutin ya, cukup inisialnya aja Yanstri (ya itu di sebutin), hehe.

Balik ke cerita, dari Terminal Dago, kami berdua berjalan ke arah Dago atas, lalu berbelok dan masuk ke Perumahan mewah Dago View. Langit masih gelap dan sedikit kemerah-merahan. Kami berjalan melewati  jajaran rumah-rumah mewah yang sengaja dibangun menghadap ke arah View kota Bandung (Mungkin sesuai dengan nama komplek perumahan tersebut Dago view). Komplek tersebut memang berada di atas ketinggian yang memungkinkan kita untuk melihat pemandangan yang ada di bawahnya (view bandung), di sana kami masih bisa melihat kota bandung yang masih berkilauan cahaya lampu (City light).

Langit mulai terang, matahari mulai bangun dari peraduannya dan mulai bertugas menerangi bumi. Setelah melewati perumahan mewah kami pun melewati sebuah lapangan golf yang berada di komplek tersebut. Setelah melewati jalanan komplek yang beraspal tapi masih ada yang bolong-bolong, kami pun mulai memasuki jalan desa (Mekarsaluyu) yang rusak dan berbatu. Ya, komplek mewah tersebut berada dekat dengan desa yang warganya sehari-sehari kebanyakan berkebun sayuran.




Jalan semakin menanjak, di sisi kiri-kanan terhampar luas bukit-bukit yang telah ditanami oleh sayur mayur seperti kol,kentang, kembang kol dll. Di sana transportasi bisa dikatakan cukup sulit kalau pun ada itu hanya ojeg desa, yang mungkin ongkosnya pun cukup mahal. Biasanya para petani sayur di sana menumpang mobil bak terbuka milik tetangga, kalaupun tidak menumpang ya terpaksa berjalan kaki berkilo-kilo atau yang beruntung memiliki motor mungkin sangat terbantu untuk menuju kebun sayur yang kan digarap.



seolah awan begitu dekat

Tanjakan jalan semakin miring saja dan cukup menguras tenaga kami, tapi cukup terobati dengan udara segar dan tentunya pemandangan yang indah. Setelah sekitar 2,5 jam kami berjalan, sampailah kami di tujuan yaitu Moko. Sebuah bukit kecil yang terdapat di daerah tinggi pinggiran Bandung, disana terdapat sebuah warung yang bernama warung daweung. Warungnya seperti sebuah kedai atau kafe kecil, menurut saya ga ada yang istimewa sih kalau dilihat dari menu-menunya. Tapi yang cukup membuat istimewa adalah view kota bandung yang tersajikan disana, kita bisa melihat kota bandung yang dikelilingi gunung-gunung, sungguh indah. Kami berdua pun melepas lelah di sana sembari menikmati pemandangan, perut pun mulai berbunyi dan kami berdua memesan mie rebus..wew jauh-jauh tapi makannya tetep mie.

View Kota bandung dari Moko bila cuaca sedang bagus

Ada yang cukup disayangkan pula, view kota bandung saat itu sedikit terhalang oleh awan kelabu, ya walaupun keindahanya sedikit kurang maksimal tapi tetap indah kok viewnya. Setelah mie habis dan tenaga mulai terisi, perjalanan  pun kembali diteruskan kembali. Perjalanan di lanjutkan menuju daerah ujungberung,trek yang harus kami lalui selanjutnya dalah jalan becek dan berbatu. Terik matahari pun mulai cukup menyengat dan perjalanan terus berlanjut. Setelah cukup jauh meninggalkan Mok, ada sebuah persimpangan jalan, lurus dan berbelok ke kanan. Bila mengambil jalan lurus maka akan tembus ke Oray Tapa dan terus hingga ke Ujung berung. Namun bila kita memilih jalan yang ke kanan, kita kan menuju ke daerah cicaheum ataupun ke caringin tilu.

Karena saat dulu saya mengambil yang ke kanan (keluar di cicaheum), kami berdua memutuskan mengambil jalan yang lurus. Jalan yang harus kami lewati adalah jalan setapak dan masuk hutan. Kami sedikit risau karena daerah tersebut sangat sepi. Tapi untunglah setelah berjalan cukup lama, kami menemukan sebuah perkampungan kecil dan mampir sejenak mencari warung untuk membeli air minum, sayang saya lupa nama daerah kampung kecil itu.

Perjalanan pun dilanjutkan, masih menyusuri jalan setapak yang sepi dan sepertinya jarang dilalui. Kami pun kemudian memasuki kawasan hutan Arcamanik yang ditandai dengan sebuah plang bertuliskan Hutan Arcamanik. Setelah melawati plang tersebut, kami masih harus terus berjalan dan kami pun sampai di depan  sebuah wanawisata bernama Oray Tapa. Kami sepakat tak masuk untuk menghemat waktu dan uang .hehe. Kami hanya sedikit mengorek informasi tentang tempat tersebut dari bapak petugas loket, bahwa oray tapa adalah sebuah tempat/situs yang katanya dikeramatkan, Oray Tapa sendiri berarti ular tapa (semedi). Konon bila kita sedang beruntung kita bisa melihat ular tersebut..ehmm bukan beruntung atuh pak kalo liat ular lagi semedi mah..hehe

Foto : Koleksi Pribadi

Bersambung  KE SINI

Sabtu, 23 April 2011

Jalan-jalan Ke Museum Kota Bandung 2

Tulisan sebelumnya dapat dibaca di sini

Dari Museum mandala wangsit kita bisa meneruskan perjalanan selanjutnya menuju Museum Geologi yang berada di Jalan Dipenogoro.

Museum Geologi

Setelah beristirahat, perjalanan kita dilanjutkan melewati titik keramaian yang sering dikunjungi khususnya warga Jakarta yaitu jalan LL RE Martadinata (jalan riau) yang banyak berjejer Factory Outlet .Lalu memasuki jalan banda, cilaki dan kawasan Taman lansia dan sampailah di Museum yang selanjutnya akan dikunjungi yaitu Museum Geologi.


Museum geologi berada di kawasan jalan Dipenogoro bandung. Museum tersebut didirikan pada tanggal 16 mei 1928 dan  diarsiteki oleh Menalda Van Schoemaker dengan gaya art deco. Sempat mengalami renovasi dengan bantuan JICA (Japan International Cooperation Agency) dan dibuka kembali secara resmi oleh wakil presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 agustus 2000. Museum geologi semula merupakan laboratorium yang menyimpan dan mengelola materi geologi serta memiliki ragam koleksi batuan, mineral, meteorit, fosil, artefak dll yang dikumpulkan di Indonesia sejak tahun 1950.


Museum geologi

Jalan-jalan Ke Museum Kota Bandung

Saat mendengar kata museum apa yang ada dibenak kita? Mungkin sebagian dari kita berasumsi bahwa museum adalah tempat yang membosankan dan hanya menyimpan benda benda ataupun koleksi koleksi kuno. Nah, untuk membuat asumsi dan pemikiran itu sedikit berubah, maka saya ingin sedikit berbagi cerita jalan-jalan santai dari museum ke museum dan sedikit lebih mengenal sejarah kota Bandung dan ternyata asyik juga lho, ga percaya..? he

Ada 4 museum di kota Bandung yang akan kita dikunjungi yaitu,Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum Geologi dan Museum PT.Pos Indonesia. Karena jarak antar museum tersebut tidak terlalu jauh bila dilewati dengan berjalan kaki.

Start awal kita mulai saja dari patok titik nol kilometer Bandung yang sangat bersejarah karena termasuk tempat awal mula pembangunan dan berdirinya kota bandung ini.

Saat penjajahan Belanda dulu, gubernur jendral Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang sedang membangun jalan raya pos (Groote postweg) yang bermula dari Anyer sampai ke Panarukan. Jalan raya pos (Groote postweg) di Bandung melintasi daerah yang sekarang menjadi jalan asia frika (daerah alun alun bandung). Tak jauh dari situ, dibangun pula sebuah jembatan diatas sungai Ci kapundung, saat peresmian jembatan tersebut daendels dan bupati R.A Wiranatakusumah II (pendiri kota bandung) berjalan kearah timur sampai ke suatu titik dan saat itu konon deandels menancapkan tongkatnya ke tanah sembari berkata, "zorg da als ik terug kom hier oen staad is gebouwd" yang kurang lebih berarti, "oba, usahakan bila aku kembali,ditempat ini telah dibangun sebuah kota". Tak lama dari peristiwa itu sekitar tahun 1810 diterbitkanlah sebuah surat dari pemerintah yang isinya meminta pemindahan lokasi ibukota kabupaten bandung dari krapyak (daerah dayeuh kolot sekarang) ke sisi jalan raya pos (sekarang pendopo bandung).

Nah tempat saat daendels menancapkan tongkatnya tersebut sekarang dijadikan patok titik nol kilometernya Bandung. Lalu selain patok disimpan pula di belakang titik nol km stum “jadul” sebagai pelengkap, ada pun tulisan dipatok tersebut PDL 18 dan CLN 18 yaitu berarti jarak nol km ke Padalarang 18 km dan jarak nol km ke cileunyi 18km.  Tak jauh dari titk nol KM terdapat museum pertama yang akan sedikit kita bahas.

Museum Konferensi Asia Afrika


Museum konferensi asia afrika berada di area Gedung Merdeka, konferensi asia afrika diselenggarakan dibandung tanggal 18 april-24april 1955 di Gedung Merdeka,konferensi tersebut sukses besar dan menghasilkan Dasasila Bandung yang menjadi pedoman bagi bangsa bangsa terjajah di Asia dan Afrika tuk berjuang memperoleh kemerdekaannya. Konferensi tersebut pun menjadi sebuah “spirit” yang biasa disebut dengan “spirit Bandung”. Hmm, kita patut berbangga sebagai bagian dari Bangsa Indonesia yang saat itu baru merdeka dapat memperjuangkan kemerdekaan bangsa lain.

suasana saat KAA


Monumen Dasasila bandung terdapat di depan hotel savoy homann, yang merupakan hotel tempat menginap para delegasi dari Negara diasia afrika yang ikut dalam KAA. Sedangkan para peliput atau wartawan yang meliput jalannya KAA banyak menginap di hotel Swarha dekat mesjid agung Bandung. Museum KAA diresmikan pada tanggal 24 april 1980 oleh presiden Soeharto sebagai puncak dari peringatan 25 tahun KAA saat itu. Di dalam museum kita dapat melihat foto foto saat jalannya KAA, diorama Presiden Soekarno yang sedang berpidato, profil profil dan delegasi dari Negara yang mengikuti jalannya KAA. Serta banyak lagi koleksi-koleksi lain seperti kamera, mesin ketik, funiture dll.

Museum KAA


Selain itu kita pun bisa masuk kedalam ruang yang dahulu digunakan sebagai tempat konferensi,disana terdapat jajaran bendera dari Negara Negara yang ikut berpartisipasi dalam jalannya KAA serta ada sebuah gong perdamaian. Sebelum menjadi museum seperti sekarang ini, saat masa kolonial Belanda gedung merdeka adalah tempat para preangers planters (pemilik perkebunan teh dipriangan) atau para bangsawan belanda yang menghabiskan waktu tuk berpesta atau berkumpul di gedung tersebut yang dahulu bernama societiet concordia.

Saat ini gedung merdeka terbagi ke dalam 2 bangunan yang berkarakter berbeda,gedung yang mengahadap kearah jalan asia afrika adalah bekas tempat pertunjukkan (shouwburg) hasil rancangan Wolff.Schoemaker sekitar tahun 1920-an sedangkan yang disebelah timur melengkung ke sisi jalan braga hasik rancangan A.F Aalbers pada tahun 1940 dengan gaya art deco.Dahulu gedung tersebut hanya diperuntukkan tuk bangsawan belanda dan tidak diperbolehkan orang pribumi tuk masuk bahkan ada sebuah peringatan yang bertuliskan “Anjing dan pribumi dilarang masuk” (kejam bener dan ga punya perasaan banget tuh para penjajah nyamain orang pribumi dengan anjing)Dan sekarang seluruh bagian gedung merdeka tersebut termasuk kedalam Museum KAA.

Nah saat ini kita patut bersyukur karena sudah berada dijaman merdeka dan dapat masuk kegedung tersebut maka hargailah peninggalan sejarah itu dengan tidak mengotori ataupun melakukan aksi “vandalisme” .
Setelah dari museum KAA,jalur yang akan dilewati adalah jalan braga yang cukup bersejarah dan masih banyak pula bangunan peninggalan Kolonial yang masih tersisa. Dahulu saat masa kolonial jalan tersebut sempat pula bernama pedatiweg karena banyak pedati pedati yang melewati jalan tersebut.Ada beberapa pendapat tentang asal usul nama braga sendiri seperti di ambil dari bahasa sunda “ngabaraga” lalu ada pula yang berpendapat karena saat itu dikawasan tersebut ada sebuah tonil (kelompok drama/teater) yang bernama “tonil braga”.

Dari jalan braga berbelok kejalan kejaksaan lalu masuk kejalan telefon dan keluar dijalan lembong.Museum yang kedua berada dijalan lembong,museum tersebut adalah Museum mandala wangsit siliwangi.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi


Museum tersebut merupakan museum sejarah perjuangan masyarakat jawa barat khususnya TNI angkatan darat kodam siliwangi.Di museum tersebut terdapat berbagai benda benda bersejarah yang digunakan sebagai senjata saat perjuangan dulu seperti tombak,panah,pedang,bambu runcing,keris,kujang sampai panser,meriam bahkan kendaraan lapis baja,selain itu terdapat pula koleksi foto dan lukisan para pejuang,diorama perang gerilya serta baju baju yang dipakai saat berperang dan masih banyak lagi koleksi lainnya.

Museum yang mempunyai 2 lantai tersebut diresmikan pertama kali pada tgl 23 mei 1966 oleh panglima divisi siliwangi ke 8 yaitu kolonel Ibrahim adjie dan pada tahun 1979 dibangunlah bangunan lantai 2 yang diresmikan oleh panglima siliwangi ke 15 Mayjen yoga sugama pada tanggal 10 november 1980.Sebelum menjadi museum bangunan tersebut merupakan tempat tinggal perwira belanda yang dibangun sekitar tahun 1910-1915 dengan gaya arsitektur late romantismc.Nama mandala wangsit merupakan arti dari sebuah tempat untuk menyimpan amanat,petuah atau nasihat,sedangkan nama siliwangi seperti yang kita tahu adalah sorang pendiri dan raja kerajaan padjadjaran yang sangat terkenal didaerah jawa barat serta konon seorang raja yang arif dan bijaksana.

Nama dari jalan lembong sendiri diambil dari nama letkol lembong yang merupakan salah satu prajurit siliwangi dan menjadi korban dalam peristiwa Kudeta angkatan perang ratu adil,sebelum bernama jalan lembong saat dulu bernama Oude Hospitaalweg.

Setelah dari museum mandala wangsit siliwangi,perjalanan dilanjutkan menuju museum selanjutnya yang cukup jauh dan melewati beberapa bangunan/tempat yang cukup mempunyai arti sejarah seperti SMP 2 bandung yang mana bangunannya merupakan peninggalan masa kolonial dan bangunan yang unik karena memiliki 2 menara lalu SMAN 5 dan 3 yang bekas bangunan kolonial juga yang cukup besar dengan banyak jendela besar lalu taman lalu lintas yang dahulu bernama insulindepark dan gedung sabau yang diambil dari penamaan ukuran tanah dalam bahasa sunda “sabau” atau Bau adalah satuan ukuran luas tanah 7.096 m2 atau 500 tombak persegi serta melewati gedung Jaarbeurs atau saat dulu merupakan bursa dagang tahunan (kalo sekarang seperti jakarta fair).

Setelah berjalan cukup jauh kita bisa beristirahat sejenak disekitar taman maluku atau saat jaman kolonial disebut Molukkenpark (sejak tahun 1950-an disebut Taman Maluku), yang dibangun pada tahun 1919. Di depan taman maluku terdapat Gor saparua yang merupakan tempat peninggalan belanda pula, saat sekitar tahun 1995-2000 di Gor saparua sering dipakai sebagai tempat pertunjukkan musik underground yang mana saat itu adalah masa keemasan musik underground dibandung karena intensitas pertunjukkan yang sering dan audiens yang banyak,serta banyak rumor yang mengatakan bahwa bandung adalah kota dengan komunitas underground terbesar di asia bahkan dunia dan melahirkan pula band band besar (underground) yang cukup terkenal diindonesia bahkan asia tenggara seperti Burgerkill, pas band, jasad, jeruji, koil dll.

Tulisan selanjutnya dapat dibaca di sini


Sumber Bacaan :
Braga, jantung Parijs Van Java penulis Ridwan Hutagalung dan Taufany Nugraha

Jendela Bandung,Pengalaman bersama kompas penulis Her Suganda

Bandung : Kilas Peristiwa dimata Filatellis,Sebuah Wisata sejarah penulis Sudarsono katam

Museum Geologi (Handout)

Museum PT Pos Indonesia (Handout)

wikipedia

Foto :
Koleksi Pribadi (opakopik.multiply.com)

kecuali Foto museum mandala wangsit dan foto suasana sidang KAA (google search)