Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2012

KRD (Kereta Rakjat Djelata)

Karena akun para blogger di Multiply (Mp) bakal di gusur 1 Desember nanti, jadi sebelum lenyap saya pindahin sedikit-sedikit tulisan dari akun Mp (opakopik.mulitply.com) ke blog ini. Wilujeung!

Bandung, Minggu 24 Januari 2010


Minggu pagi yang cerah dengan matahari yang cukup hangat mengiringi langkah Derry dan Taufik. Entah apa yang mereka berdua lakukan menyusuri lintasan rel kereta api yang sudah tidak digunakan lagi. Mereka berdua mulai menyusuri rel kereta api yang sudah 'kadaluarsa' di bilangan Jalan Gatot Subroto sebelah kanan BSM (Bandung Super Mall). Lalu selanjutnya masuk ke jalan Turangga melewati pemukiman penduduk dan sungguh mereka tidak beruntung karena rel tersebut mentok di markas TNI. Tapi bongkahan-bongkahan sisa kereta api yang mulai berkarat terparkir membisu di antara rumput-rumput yang tinggi dan lapangan sepak bola.



Rabu, 04 Januari 2012

Tahun Baru



Orang orang mulai menyemut berkumpul di malam itu, jalanan pun padat, sesak dan bising dengan kendaraan kendaraan yang beruntun entah tujuan mereka akan kemana. Di sebuah tanah lapang yang biasa disebut dengan Gasibu orang orang berkumpul dan berlalu lalang di tengah temaramnya malam yang dingin diterangi lampu alakadarnya dari para PKL yang menjajakan dagangannya. Bangunan indah di depan Gasibu menjadi daya tarik orang orang tuk berduyun-duyun datang menghabiskan malam di sana, raut wajah mereka sepertinya menyiratkan sebuah kegembiraan. Ya kegembiraan menyambut tahun yang baru tapi bagiku malam itu adalah malam yang akan cukup melelahkan untukku dan rekan rekanku yang lain.

Minggu, 20 Februari 2011

Bangun Pagi

    Ku buka mata dengan sedikit berat dan terbangun di minggu pagi yang dingin dan rasa ngantuk yang masih menggerayangi.Selimut yang masih melekat erat ditubuh,bantal dan guling yang menemaniku dari tadi malam seolah enggan terpisah dariku.Lalu ku intip jam weker merah jambu yang berada di atas TV,angka yang tertera 07:05.Sepertinya bunyi alarm yang ku seting berbunyi 05:00 telah berteriak teriak sedari tadi hingga suaranya parau,tapi dasar ku yang tak mendengar karena masih asyik dalam buaian mimpi indah.

Minggu pagi yang cukup malas hingga kewajibanku di subuh tadi terabaikan karena setan yang meniupkan rasa kantuk yang amat sangat padaku.Ahh itu jadi alasan klasik yang mengkambing hitamkan setan yang menggoda manusia.Tapi mungkin setan pun tak mau disalahkan begitu saja dan mengutarakan pembelaannnya,mungkin setan akan berkata padaku : " Hai anak adam,Elu aja kali yang males bangun,jangan nyalahin gue mulu lah" ,sambil tertawa terbahak bahak karena dia berhasil melaksanakan tugasnya dengan sempurna menggoda sang anak manusia.

Sabtu, 05 Februari 2011

Sejoli

    layaknya seorang muda-mudi yang sedang kasmaran begitu mesra kedua pasangan sepuh itu berjalan bergandeng tangan menikmati indanhya taman kota di sore hari. Sejoli kakek dan nenek itu seakan sedang bernostalgia dan beromantisme mengingat masa lalu disaat mereka mulai menabur benih cerita kasih.Benih benih kasih yang telah tumbuh subur dengan akar yang kuat tertancap erat di hati mereka,seiring waktu yang terus berdenting menghasilkan bunga-bunga yang sangat indah bermekaran di hati mereka.

  Sang kakek yang dulu adalah pria yang gagah sekarang berubah menjadi pria tua peyot bongkok dan bertongkat,wajah tampan yang dulu memikat seakan pudar dimakan usia,tapi tatapan dari sang nenek yang teduh dan penuh makna menyiratkan kalau waktu boleh berganti dengan cepat mengubah sesuatu termasuk fisik tapi tidak dengan rasa cinta.Begitu pun sang nenek yang penuh kerut,kulit yang tak lagi kencang dan halus serta keelokan seorang gadis jelita yang telah sirna tak membuat pudar aura kecantikannya di mata si kakek.

  Kicauan burung kecil yang berdendang riang dan semilir angin sepoi-sepoi berhembus sejuk di antara pohon-pohon rindang makin menambah indah suasana sore di antara romantisme pasangan kakek dan nenek itu.Mereka berjalan sedikit tertatih di antara sisa waktu yang mungkin tak lama lagi di mana kelak salah satu dari mereka harus pergi.





Surat Untuk justin Bieber









Subang,15 November 2010

Dear Justin Bieber.

Hallo justin pa kabar nich? Moga baik baik z ya,eh kenalin namaku neng enok, biasa dipanggil enok aku orang Sagala herang, Subang, kamu pasti ga tau ya itu dimana ? hehe. Sekarang umur aku 12 taun masih kelas 2 smp.

Dunia lia

Ku berlari lari dari ujung ke ujung koridor rumah sakit tua yang kusam,tempat itu sudah ku anggap sebagai tempat bermain.Orang yang berlalu lalang entah itu dokter,suster,pasien,tukang sapu semua sudah ku anggap sebagai temanku sendiri,ya teman tuk mengusir rasa kesendirianku ini.Ku berbagi keceriaan dan kesedihan di koridor itu.

Senyumku yang mengembang ku arahkan kepada suster cantik berambut hitam pekat yang sepertinya sedang bergegas tapi suster tersebut berlalu begitu saja tanpa membalas senyumanku,"Ahh sudahlah masih banyak orang di koridor yang bisa ku kasih senyumku yang manis dan menawan ini"..haha.

Orang biasa memanggilku lia,itulah nama yang sering ku dengar bila orang menyapaku tak terkecuali ayahku.Konon kata tukang sapu ayahku adalah pemilik rumah sakit tua ini,tapi ku tak peduli dengan semua itu yang penting ku masih bisa berlari  di koridor itu dan tersenyum pada orang yang ada disana.
Duniaku bebas,lepas tanpa sebuah beban yang kupikirkan hanya berlari,bermain dan tersenyum manis.Inilah duniaku,dunia lia.

Kamis, 03 Februari 2011

Asa Sang Pemburu Kecil

Debu debu jalanan menerpa wajah dan tubuh kecilku yang terbalut pakaian kumal nan lepek,terik dari sang surya sedari tadi seakan memanggangku di siang itu.Lalu lalang kendaraan yang cukup padat menemani langkahku,dengan memikul sebuah karung besar di punggung aku berjalan meniti asa kehidupan.Akulah sang pemburu di belantara kota yang mencoba menyambung hidup dengan sampah,botol-botol air mineral,kardus-kardus bekas,kaleng atau apapun sampah yang bisa ku jual itulah sumber kehidupanku selama ini.

langkah demi langkah ku lewati dengan penuh harap menjemput secercah asa dan mimpi yang hanya ada dalam tidur lelapku dan entah apakah mimpiku bisa terwujud.Mimpi seorang anak manusia yang ingin hidup layak,begitu mahalkah tuk mewujudkan mimpi itu ya Tuhan.??.Aku merasa iri saat anak-anak lain mengenakan seragam sekolah dan dengan riang gembira pergi ke sekolah sedang aku hanya bisa menatap mereka dari kejauhan.

Aku sendiri di belantara kota ini,aku mencoba bertahan dan tak ingin mati sia-sia karena kelaparan,aku tak ingin menjadi pengemis yang meminta-minta belas kasihan orang lain.Yang dapat ku lakukan saat ini hanya menjadi seorang pemulung,usiaku masih terlalu kecil tuk memahami hidup yang keras menempa,tak ada dunia bermain dalam hidupku,keceriaan masa kanak-kanak tergantikan oleh rutininas mencari pengganjal perut,entah sampai kapan ku tercampakkan dalam kesendirian yang dingin ini.

"Ahh,sudahlah ku tak ingin terlalu banyak bermimpi terlalu tinggi,bagiku tuk bisa makan hari ini saja sudah untung,memikirkan hidup yang berat ini hanya akan menambah beban karung sampah yang ku pikul ini".

Potret Kusam

ilustrasi gambar dari republika.co.id


Kami cinta negeri ini
Tapi kami benci sistem yang ada
Hanya ada satu kata...LAWAN !!

Penggalan lirik lagu dari jeruji,salah satu band punk favorit ku itu ibarat sebuah perwakilan perasaanku dan mungkin teman teman senasib lainnya yang hidup di negeri ini.Sudahlah ku tak ingin berpolemik dengan terlalu banyak memikirkan pemerintahan yang belum bisa mensejahterakan rakyatnya.Yang ku pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya bertahan hidup dan bisa makan untuk ku dan ibuku,sebuah permintaan yang sederhana saja untuk mu wahai presiden dan para pejabat yang terhormat.

Sepenggal Cerita Kehidupan

Rintik hujan dibulan desember petang itu mengiringi laju sepeda yang ku kayuh diantara padatnya jalanan kota Bandung,tinggal dua belokan lagi ku akan sampai tapi entah rasanya begitu jauh tak seperti biasanya.Peluh dan air hujan menetes ditubuh ini menyatu menjadi sebuah saksi sepenggal kisah perjalanan hidupku ini.Ahh,akhirnya sampai juga ku di sebuah supermarket di bilangan jalan dago,ku taruh sepeda bmx bututku dipinggir pos satpam.Didalam pos,pak satpam dan beberapa petugas parkir sedang asyik ngobrol.Hujan itu mungkin membuat orang malas untuk berbelanja sehingga tempat parkir yang biasanya penuh dengan kendaraan sekarang cukup lengang.Setelah ku gembok sepeda dan dirantai pada besi yang melintang,tak berapa lama pak satpam dan petugas parkir pun baru tersadar akan kehadiranku.
"pak,nitip sepeda ya?!" ku arahkan ucapan itu pada mereka
"siap boss!!" ujar mereka menimpali

Bergegas ku sedikit berlari ditengah rintik hujan yang masih betah mengguyur kota Bandung sejak siang tadi,ku dekap sebuah bungkusan plastik yang ku usahakan agar tidah basah,didalamnya terdapat lembaran koran yang siap ku jual dipetang itu.Untunglah korannya tak ada yang kebasahan,seperti biasanya ku menjajakan koran didepan pintu masuk sebuah supermarket di daerah dago.Koran sore terbitan ibukota yang biasanya ku jual sepulang sekolah,aktivitas itulah yang ku jalani hampir 8 tahun.Ekonomi keluarga lah yang memaksaku berjualana koran sepeti ini.

Aku anak ke-3 dari 5 bersaudara,ayahku yang buruh serabutan tak mampu membiayaiku sekolah bahkan untuk makan kami sekeluarga saja sulit.Dulu ayahku bekerja sebagai buruh pabrik tapi karena perusahaannya tersebut pailit maka seluruh karyawan pun dirumahkan termasuk ayahku,saat itu aku baru duduk dibangku sekolah dasar tepatnya kelas 2.Ekonomi yang semakin mencekik kami,kebutuhanyang tak bisa dielakkan serta biaya sekolah yang semakin melambung memaksa ke dua kakakku untuk membantu ekonomi keluarga dengan berjualan koran sore di supermarket dan tempat keramaian lainnya sehabis mereka pulang sekolah dan tak lama aku pun diajak oleh kakaku untuk berjualan hingga aku dapat berjualan sendiri seperti sekarang dan entah sudah berapa tempat ku berpindah pindah tempat dan entah sampai kapan ku akan berjualan koran seperti ini.

Kenapa pikiranku melayang menembus masa lalu? Ya sudahlah hidup adalah sesuatu yang harus dijalani bukan diratapi dan disesali.Ku tawarkan koran pada pengunjung supermarket dengan penuh harapan dan sedikit asa,walau dalam hati kecil ini kadang merasa iri dengan mereka yang hidup berkecukupan,tak perlu memikirkan biaya sekolah..Ahh pikiran seperti ini selalu menghantuiku,aku tak ingin terus merasa iri terhadap orang lain toh belum tentu orang lain berbahagia dengan kecukupan yang mereka miliki.

"Koran..koran..korannya pak,korannya bu..koran..koran...."
Hujan pun mulai mereda,gelap mulai menyeruak mengganti terang,bulan mulai menemani asa didalam hati dan semoga semangat serta harapan ini tak akan pernah pupus.

Cerita Aneh

Umar lagi asik asiknya nonton bola depan tipi,tau tau bininye nyelonong,
" Bang,lampu depan teras tuh putus,tolong gantiin ame yang baru dong bang.!"
" Masang lampu?!! lu kire gua PLN apah...!!! saut bang umar enteng.
" Ya udeh kalo kaga mau,benerin aje keran kamar mandi,itu tuh ampe luber luber gitu ".
" Benerin keran?!!! lu kire geu PDAM kali...!!! "
" Ya udeh,kalo lu pegi beli roko ke warung,gue nitip minyak "
" Lu kagak bisa liat orang lagi enak nonton kali ye,lu kite gue PERTAMINEEE...!!!", Umar sewot

Lantaran berasa digangguin mulu ame bininye,umar ngeloyor ke rumah tetangge,balik balik jam 2pagi .Tapinye umar kaget lantaran terasnya udah terang.Terus umar ke kamar mandi,aer udah kaga luber luber lagi,ke dapur jerigen minyak udeh full tenk.

Terus paginye umar nanya ame bininye sambil rada penasaran :
" Lu minta tulung ma siape..? "
"Gini Bang,abis abang minggat,gue nangis diteras.Terus ade cowok ganteng lewat nanyain gue kenapa nangis.ya Gue cerita ape adanye,juga soal abang yang sewot.Terus die nawarin buat ngebantuin,tapi ada saratnye."
Ape saratnye...??" umar penasaran
" saratnye bisa pilih,gue bikinin die roi atawa tidur ama die !!".
"Terus,elu bikinin die roti kan...? Umar ngdesek n nambah penasaran.
"Bikinin roti ??!!.. Lu kire gue HOLAND BAKERY apee...??!!


Ditulis ulang dari Suave catalogue.