Tampilkan postingan dengan label gunung di bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung di bandung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2016

Malam Minggu di Peluncuran Teaser Verdure Film, Gunung Bandung : Sejarah, Lanskap, Budaya



Malam minggu tadi (23/04/2016) karena tidak ada kegiatan saya dan kawan-kawan berkesempatan hadir di acara peluncuran Teaser Film dari Verdure yang Berjudul Gunung Bandung, Sejarah, Lanskap, Budaya. Acara pemutaran teaser film yang bertempat di Eiger jalan Sumatera Bandung ini di mulai Ba'da Maghrib, diawali dengan sharing mengenai Gunung Bandung dan seluk beluk pembuatan teaser film ini. Yang menjadi pembicara adalah Pepep DW (penulis dan budayawan), Deni Sugandi (fotografer), Olan (produser verdure film) dan kamil (sutradara verdure film), di moderatori oleh Mang Unu Miharja.  Film yang rencananya akan mulai diproduksi Mei nanti ini, merupakan adaptasi dari Buku mang Pepep yang berjudul sama, Gunung Bandung: Sejarah, Lanskap, Budaya.

Gunung Bandung sendiri menurut penuturan mang Pepep dan hasil riset dari Jelajah Gunung Bandung berjumlah sekitar 600 an, dan Gunung yang tertinggi berada di daerah selatan Bandung yaitu Gunung Kendang. 

Seusai sharing dan tanya jawab, sesi utama yaitu pemutaran teaser film pun dimulai. Walau hanya teaser dan diputar hanya beberapa menit, tapi sepertinya para penonton cukup terkagum dengan apa yang disajikan. Karena belum pernah ada film dokumenter mengenai Gunung Bandung. 



Menurut penuturan mang pepep. Bandung tanpa gunung adalah ketiadaan, kenihilan, bahkan tidak mengenal kehidupan. Gunung bukanlah pasangan untuk melengkapi Bandung, melainkan Gunung adalah alasan Bandung ada. Jika orang-orang mendefinisikan Kota Bandung dengan banyak romantisme, dan keindahan, bagi saya, tanpa Gunung-gunung, Bandung bukanlah apa-apa.

Rabu, 18 Desember 2013

Catatan Perjalanan : Gunung Kerenceng (Bagian 1)

24 November 2013

salah satu jalur gunung kerenceng

Perjalanan yang bisa dikatakan mendadak, dan setelah saya lihat catatan-catatan perjalanan sebelumnya kebanyakan memang perjalanan saya dan kawan-kawan sebagain besar mendadak alias impulsif. Tapi saya dan kawan-kawan seperjalanan sebisa mungkin dan hampir pasti menerapkan manajemen perjalanan, sama seperti teori klasik dari mata kuliah saya dulu (jadi inget kuliah, orang pada udah lulus..), yaitu 5W 1H, what, who, when, where, why dan How. Oke saya tidak akan bahas lebih jauh lagi 5w 1 h :). Lanjut.

Pendakian gunung yang cukup mendadak ini sebenernya hasil dari kebingungan saya dan rekan yang akan menetapkan gunung yang akan didaki. Opsi ada 2 yaitu Kerenceng & Kendang, dan saya sedikit ingat waktu dulu berkunjung ke curug cinulang di daerah tersebut terdapat beberapa gunung dan salah satunya adalah Kerenceng. Dan jadilah gunung kerenceng yang akan sedikit kami eksplorasi di hari minggu itu.

Sabtu, 11 Mei 2013

Rakutak, Sepanjang Jalan

Minggu, 7 April 2013

Di Stasiun Bandung
Sang mentari belum keluar dari peraduannya, gelap temaram masih menyeruak menyelimuti kota Bandung yang masih lengang dengan udara sejuk menyapa wajah. Minggu subuh yang sepi di bilangan Stasiun Bandung, kereta api patas sudah terparkir menunggu penumpang yang akan mengantarkan menuju stasiun-stasiun di sebelah timur Bandung. Tak lama, suara dari corong pengeras suara memberitahukan bahwa kereta patas tujuan ke arah cicalengka akan segera berangkat. Bergegas kami pun berjalan menuju peron dan masuk gerbong yang sepi. Kereta pun kemudian mulai bergerak menunaikan tugasnya, dan terbilang cepat kami pun akhirnya sampai di Stasiun Rancaekek hanya dengan hitungan sekitar 10 menit. Melewati pemandangan sawah yang tak terlihat gelap dan tentunya melewati sebuah Stadion anyar dekat Stasiun Cimekar yang bercahaya dari kejauhan. Stadion yang akan menjadi kebanggaan warga Jawa Barat yang sempat hangat dibicarakan karena salah satu usulan penamaannya merujuk pada nama wali kota Bandung yang menjadi saksi kasus korupsi, tapi untunglah namanya tak dijadikan nama stadion tersebut. 


Kamis, 29 Maret 2012

Catatan Perjalanan : Cerita Hari Sabtu di Gn.Puntang


Berbekal air minum, 6 bungkus nasi, 5 buah tahu serta tempe, 2 telur dadar yang rasanya sedikit asin dan satu sachet kecap manis cap Bango dan ditambah sambel ulek yang dibeli di warung si Ibu, saya bersama 9 teman lainnya memulai perjalanan seru di hari sabtu itu. Hari itu saya bersama teman-teman yang kebanyakan anak-anak "Backpacker" dari Bandung & Jakarta akan sedikit berpetualang di kawasan hutan Gn.Puntang di selatan Bandung. Kebetulan pula sabtu itu bertepatan dengan tanggal 24 maret yang mana pada tahun 1946 terjadi peristiwa bersejarah yaitu Bandung Lautan Api (Bukan "Bandung Lautan Asmara" ya).

Rabu, 14 Maret 2012

Trekking Jayagiri - Gn.Putri (Benteng Belanda) - Gn.Tangkubanparahu

Minggu tanggal 11 Maret 2012 kemarin, saya dan beberapa teman berkesempatan trekking dan berpetualang ke daerah sekitar Lembang yaitu Taman Junghuhn - Hutan Jayagiri - Gunung Putri  (Benteng Belanda) dan Gunung Tangkubanparahu.

Starting point kami mulai dari sekitar Terminal Ledeng, Bandung di pagi hari yang dingin dan sedikit gerimis membasahi bumi menemani kami hari itu. Dari Terminal Ledeng kami bertolak menuju Lembang tepatnya Jayagiri dengan naik angkot berwarna krem jurusan St.Hall - Lembang. Tak lama berselang kami pun sampai di jalan Desa Jayagiri yang cukup ramai dihari itu dengan jalannya yang menanjak dan udara Lembang yang dingin.


Taman Junghuhn

Tugu berbentuk obeliks, di atas makam Junghuhn

Jughuhn, Foto : wikipedia.org
Objek pertama yang kami kunjungi adalah Taman Junghuhn yang berada di sebuah jalan kecil menjorok dari Jalan Jayagiri tepatnya di tengah pemukiman warga. Taman tersebut adalah sebuah makam yang didedikasikan untuk mengenang jasa Junghuhn sebagai peneliti, geolog, vulkanolog dan botanik.  Junghuhn juga menyusun sejumlah herbarium, singkatan ilmiahnya adalah Jungh. Dikenal pada upaya-upayanya untuk membina pemeliharaan pohon-pohon kina untuk menghasilkan obat kinine (malaria). Junghuhn bernama asli Dr. Franz Wilhelm Junghuhn kelahiran Mansfeld-Prusia, berkebangsaan Jerman pada tahun 1820 dan meninggal di Lembang pada 24 April 1864. 

Jumat, 30 Desember 2011

Barubeurem - Puncak Manglayang - Tebing Do'a - Batu Kuda

Bagi para pegiat alam khususnya di Bandung, mungkin Gunung Manglayang sudah tidak asing lagi. Gunung yang berada di kawasan bagian timur Bandung ini pun menjadi salah satu pemandangan sehari-hari warga kota, selain tentunya gunung-gunung yang mengelilingi Bandung seperti Gunung Tangkubanparahu. Gunung Manglayang yang memiliki ketinggian sekitar 1.824 meter di atas permukaan laut (m.dpl) ini memang cukup banyak memiliki jalur untuk didaki hingga puncaknya.

Rabu, 09 November 2011

Puncak Tangkubanparahu Via Komando dan Sukawana




Pemandangan alam yang indah nan asri serta ditambah udara sejuk pegunungan, mungkin menjadi sebuah hal yang jarang kita rasakan sebagai warga kota. Hiruk-pikuk perkotaan, seperti kota Bandung mungkin membuat kita merasa jenuh dan penat. Salah satu cara me”refresh” pikiran dan diri dari rutinitas yang mungkin menjemukan yaitu dengan kegiatan di alam bebas atau bertualang (Baca: hiking). Nah, salah satu petualangan yang asyik untuk dijelajahi dan tak terlalu jauh dari kota Bandung adalah berpetualang menelusuri jalur menuju Puncak Gunung Tangkubanparahu. Dalam petualangan kali ini, jalur yang dilewati pun sedikit berbeda. Bila kita pernah hiking/trekking menuju Gn. Tangkubanparahu, trek yang dipilih sebagai titik awal kebanyakan melalui Jayagiri. Tapi dalam perjalanan ini, trek yang dipilih yaitu melalui daerah gerbang Komando dan finish di Jayagiri. 

Memulai perjalanan, latar Gunung Burangrang

Selasa, 06 September 2011

Catatan perjalanan : Dago-Gunung Batu Lembang

BISMMILLAH HIRRAHMANIRRAHIM

Pagi itu sekitar pukul 8, saya bersama ke-9 teman lainnnya sudah berkumpul di sebrang terminal Dago Bandung. Tujuan perjalanan kami di hari minggu (4/9/2011) itu adalah Gunung Batu yang berada di daerah Lembang. Hari yang cerah menemani awal perjalanan kami, dari sebrang Terminal Dago kami berbelok ke arah kiri yaitu ke arah yang menuju Curug Dago.

Minggu, 05 Juni 2011

Catatan Perjalanan Ke Gunung Bukittunggul

Pagi itu, rintik hujan sempat turun sejenak basahi bumi cekungan Bandung. Tapi tak berapa lama hujan pun reda, langit pun cerah kembali dan menemani perjalanan saya beserta 10 teman lainnya yang akan bertualang ke salah satu Gunung tertinggi di kawasan Bandung Utara, yaitu Gunung Bukittunggul. Dari tempat berkumpul di sekitar Terminal Ledeng jalan setiabudi. Kami ber-11 memilih mencarter angkot jurusan St.Hall-Lembang dari Ledeng hingga ke daerah Cibodas (sebelum Pabrik kina). Untunglah jalanan saat itu masih lengang tidak terlalu padat hingga angkot yang kami tumpangi melaju tanpa ada hambatan.
Gunung Bukittunggul (2.208 Mdpl)

Selasa, 19 April 2011

Trekking Jayagiri - Gunung Tangkuban Parahu

Seperti judul tulisan di atas, saya mencoba sedikit membahas jalur yang cukup favorit untuk trekking, baik bagi para pemula (yang jarang jalan kaki) sekalipun yang ingin mencoba kegiatan hiking/treking. Mungkin para pelancong yang sudah pernah berwisata ke Gunung Tangkuban parahu dengan menggunakan kendaraan (mobil, motor atau bus) patut mencoba jalur yang satu ini dengan berjalan kaki/treking/hiking pasti akan lebih menyenangkan dengan sensasi serta pemandangan yang lebih indah disepanjang perjalanan. 

Untuk menuju jalan Jayagiri cukup mudah, kita mulai saja dari arah Bandung tepatnya Terminal Ledeng Jl.Setiabudi, dari terminal tersebut kita hanya perlu naik angkot satu kali yaitu jurusan Ciroyom-Lembang atau Stasiun Halte-Lembang. Setelah itu kita turun persis di depan jalan Jayagiri yang ditandai dengan banyaknya tukang ojeg, tukang ketan bakar  dan plang penunjuk Jalan Jayagiri  atau yang belum tahu cukup tanyakan saja pada supir atau keneknya untuk turun di Jayagiri ongkosnya pun cukup terjangkau yaitu Rp.3000.

Setelah turun dari angkot kita harus berjalan menanjak di jalan Desa Jayagiri. Sekitar 300 meter dari jalan kita akan menemukan Taman Junghuhn. Taman yang sekaligus berfungsi sebagai makam dan tugu tersebut berada di area pemukiman penduduk. Untuk masuk taman tersebut tak dipungut biaya tapi diingat untuk tidak mengotorinya.

Junghuhn
Sedikit tentang sejarah Junghuhn, ia bernama asli Dr. Franz Wilhelm Junghuhn dan adalah seorang dokter dan peneliti alam, kelahiran Mansfeld-Prusia pada tahun 1820 dan meninggal di Lembang pada 24 April 1864. Ia ditugaskan sebagai inspektur untuk membudidayakan pohon kina di sekitar Lembang ia pun membangun perkebunan kina bersama isteri dan puteranya.

Tugu Makam Junghuhn



Jumat, 11 Februari 2011

Hiking Ke Gunung Burangrang

Bandung, 8 Januari 2011

Setelah lama tak menyapa sang alam dan menghirup udara segar nan bersih khas pegunungan, sabtu pagi yang cerah ceria saya bersama teman-teman berkesempatan tak hanya menghirup udara segar tapi juga menikmati keindahan ciptaan sang khaliq dan mencoba untuk menikmati setiap jengkal perjalanannya.

Perjalanan atau lebih tepatnya petualangan kali ini adalah menuju gunung Burangrang yang mempunyai puncak dengan ketinggian sekitar 2050 Mdpl (meter diatas permukaan laut). Pendakian dimulai sekitar pukul 10 pagi.


Gunung Burangrang dari kejauhan