Tampilkan postingan dengan label tangkubanparahu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tangkubanparahu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2011

Puncak Tangkubanparahu Via Komando dan Sukawana




Pemandangan alam yang indah nan asri serta ditambah udara sejuk pegunungan, mungkin menjadi sebuah hal yang jarang kita rasakan sebagai warga kota. Hiruk-pikuk perkotaan, seperti kota Bandung mungkin membuat kita merasa jenuh dan penat. Salah satu cara me”refresh” pikiran dan diri dari rutinitas yang mungkin menjemukan yaitu dengan kegiatan di alam bebas atau bertualang (Baca: hiking). Nah, salah satu petualangan yang asyik untuk dijelajahi dan tak terlalu jauh dari kota Bandung adalah berpetualang menelusuri jalur menuju Puncak Gunung Tangkubanparahu. Dalam petualangan kali ini, jalur yang dilewati pun sedikit berbeda. Bila kita pernah hiking/trekking menuju Gn. Tangkubanparahu, trek yang dipilih sebagai titik awal kebanyakan melalui Jayagiri. Tapi dalam perjalanan ini, trek yang dipilih yaitu melalui daerah gerbang Komando dan finish di Jayagiri. 

Memulai perjalanan, latar Gunung Burangrang

Selasa, 19 April 2011

Trekking Jayagiri - Gunung Tangkuban Parahu

Seperti judul tulisan di atas, saya mencoba sedikit membahas jalur yang cukup favorit untuk trekking, baik bagi para pemula (yang jarang jalan kaki) sekalipun yang ingin mencoba kegiatan hiking/treking. Mungkin para pelancong yang sudah pernah berwisata ke Gunung Tangkuban parahu dengan menggunakan kendaraan (mobil, motor atau bus) patut mencoba jalur yang satu ini dengan berjalan kaki/treking/hiking pasti akan lebih menyenangkan dengan sensasi serta pemandangan yang lebih indah disepanjang perjalanan. 

Untuk menuju jalan Jayagiri cukup mudah, kita mulai saja dari arah Bandung tepatnya Terminal Ledeng Jl.Setiabudi, dari terminal tersebut kita hanya perlu naik angkot satu kali yaitu jurusan Ciroyom-Lembang atau Stasiun Halte-Lembang. Setelah itu kita turun persis di depan jalan Jayagiri yang ditandai dengan banyaknya tukang ojeg, tukang ketan bakar  dan plang penunjuk Jalan Jayagiri  atau yang belum tahu cukup tanyakan saja pada supir atau keneknya untuk turun di Jayagiri ongkosnya pun cukup terjangkau yaitu Rp.3000.

Setelah turun dari angkot kita harus berjalan menanjak di jalan Desa Jayagiri. Sekitar 300 meter dari jalan kita akan menemukan Taman Junghuhn. Taman yang sekaligus berfungsi sebagai makam dan tugu tersebut berada di area pemukiman penduduk. Untuk masuk taman tersebut tak dipungut biaya tapi diingat untuk tidak mengotorinya.

Junghuhn
Sedikit tentang sejarah Junghuhn, ia bernama asli Dr. Franz Wilhelm Junghuhn dan adalah seorang dokter dan peneliti alam, kelahiran Mansfeld-Prusia pada tahun 1820 dan meninggal di Lembang pada 24 April 1864. Ia ditugaskan sebagai inspektur untuk membudidayakan pohon kina di sekitar Lembang ia pun membangun perkebunan kina bersama isteri dan puteranya.

Tugu Makam Junghuhn