Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2013

Mandela


Mandela, foto : guardianlv.com


Beberapa bulan yang lalu, saya dan seorang kawan seperti biasa ngobrol ngalor ngidul dan bermuara pada sebuah topik mengenai nama tokoh/sosok yang keren untuk dijadikan sebagai nama brand/merk pakaian (yang entah kapan akan terealisasi). Dari obrolan ga jelas tersebut, terlontar dua nama, yaitu Mahatma yang diusulkan oleh saya dan Nelson yang diusulkan oleh kawan saya. Mahatma merujuk pada tokoh pergerakan India (Mahatma Gandhi) dan Nelson merujuk pada tokoh anti Apartheid Afrika Selatan (Nelson Mandela).

Kamis, 11 Juli 2013

Sepintas Widji Thukul

Hari minggu yang lalu, setelah bertemu kawan di bilangan Jalan Dipati ukur, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku di jalan Merdeka untuk membaca buku (bukan membeli :P). Saya sedikit tertarik dengan seri buku tempo yang mengulas tentang huru-hara di zaman orde baru, dan salah satu seri buku tersebut mengulas tentang aktivis di zaman  orba, yaitu widji thukul.

 Beberapa tahun yang lalu sebenarnya saya sempat mengetahui  sosok ini di majalah tempo juga, edisi kebangkitan nasional yang saya beli di lapak buku dan majalah bekas. Walau hanya sepintas mengenal sosok ini saya cukup tertarik dengan sosoknya yang sangat merakyat  serta puisi-puisinya. 

Puisinya yang terkenal adalah; PERINGATAN. Saya pun sedikit teringat kembali dengan lirik lagu dari band punk/hardcore veteran Bandung, Jeruji yang berjudul LAWAN, yang salah satu kalimat dalam liriknya berbunyi: " hanya ada satu kata : LAWAN", dan sama dengan kalimat terakhir di puisi peringatan widji thukul. 

Entahlah, Selain itu kenapa saya teringat juga dengan Herry Sutresna a.k.a ucok "homicide" a.k.a Morgue Vanguard, musisi hiphop yang sekaligus aktivis, dengan lirik-kirik dalam lagunya yang cukup keras menentang tirani sekaligus pernah bergabung dengan partai yang sama dengan Widji Thukul yaitu  PRD (Partai rakyat Demokratik).

Minggu, 15 Mei 2011

Ilmuwan Muslim Peletak Dasar Pesawat Terbang

Biar kurakit pesawatku
Rentangkan pelan dua sayapnya
Nyalakan sumbunya hingga terpercik api menari
Lepaskan pengaitnya relakan pergi ke arah bulan

Tak perlu kau rindu menyinggungnya
Perlahan lupakan kepergiannya
Tunggulah kerling lampunya disaat bulan purnama tiba
Pertanda dia telah bertemu dengan peri kecilnya di bulan

Reff:
Pesawatku terbang ke bulan
Pesawatku terbang ke bulan
......................

Masih ingat sepenggal lirik lagu lawas yang dinyanyikan Memes di atas.Nah,saya ingin sedikit membahas mengenai seorang tokoh muslim yang berjasa dalam konsep dasar pesawat terbang atau kedirgantaraan.

Tokoh kedirgantaraan atau penerbangan yang paling dikenal kebanyakan berasal dari barat. Yang paling familiar di telinga kita mungkin adalah Wright bersaudara. Seingat saya dulu pernah pula ada sebuah film yang bercerita mengenai wright bersaudara yang berusaha membuat sebuah pesawat terbang sederhana. Selain Wright bersaudara adapula tokoh barat lainnya seperti Sir George Cayley,Otto Lilienthol dan Santos-Dumont. Di Indonesia kita mengenal pula BJ.Habibie sebagai tokoh dirgantara nasional.

Saya ga akan membahas tokoh-tokoh yang disebutkan diatas. Mungkin kita tidak banyak yang tahu bahwa peletak dasar pesawat terbang adalah seorang ilmuwan muslim yang hidup di abad ke-9.

Selasa, 19 April 2011

Sedikit Cerita Lain Tentang Bung Karno

Bung Karno
Kusno Sosrodihardjo, mungkin nama itu sedikit asing di telinga kita. Tapi bila menyebut nama Soekarno atau Bung karno pasti nama itu sudah familiar di telinga kita. Anak ke-3 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo (asal Probolinggo) dan Ida Ayu Nyoman Rai (asal Singaraja, Bali) yang lahir * pada tanggal  6 juni 1901 di kota Surabaya. Bung karno lahir tanpa bantuan dukun beranak, proses persalinannya pun hanya dibantu oleh seorang kawan keluarga.

Saat itu  Ida ayu nyoman (ibu bung karno) mempunyai firasat baik tentang anaknya, sambil mendekap bayinya, ia mengucapkan dalam hatinya : "Engkau akan menjadi pemimpin rakyat kita,karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi di saat fajar mulai menyingsing, jangan lupakan itu, nak, bahwa engkau ini Putra sang fajar." Benarlah perkataan sang ibu, Soekarno menjadi pemimpin bangsa dan diangkat menjadi presiden pertama RI pada tgl 18 Agustus 1945 dan menjadi salah satu tokoh yang cukup lantang melawan Imprealisme dan kolonialisme barat, sehingga  cukup di kenang atas jasa jasanya sampai sekarang (terlepas dari yang pro dan kontra).

***

Pasti sudah banyak catatan atau buku yang membahas tentang Bung karno dengan segala cerita dan kisahnya. Saya pun ingin sedikit mengulas sedikit kisah lain tentang Bung karno dari soal wanita hingga hal-hal yang cukup lucu.

Rabu, 09 Maret 2011

Bapak Angklung

Bila Mendengar nama Angklung yang terlintas dipikiran kita mungkin adalah alat musik tradisional sunda yang tebuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyang. Atau mungkin pikiran kita tertuju pada Saung Angklung Udjo, tak salah memang bila kita berpikiran seperti itu, tapi tahukah siapakah tokoh angklung selain (alm) mang udjo yang kita kenal dengan saung angklung udjonya ..?


Angklung yang kita kenal sekarang kebanyakan yang bernada Diatonis (do re mi) dan hal tersebut adalah kreasi dari seorang Daeng Sutigna yang mungkin kita tidak tahu siapa beliau. Beliau bernama lengkap Mas Daeng Sutigna kelahiran Garut tgl 13 Mei 1908. Nama panggilan kecilnya adalah oetig lalu saat masuk asrama/sekolah biasa dipanggil encle.  Memang sejak kecil beliau memang menggemari Angklung dan setelah lulus dari Kweekschool (1928), Daeng mengajar di Schakel School Cianjur, Jawa Barat (1928-1932), lalu pindah mengajar di HIS Kuningan (1932-1942). Pada saat mengajar di Kuningan inilah ia mempelajari seluk beluk angklung secara lebih mendalam.