Minggu, 7 April 2013
![]() |
| Di Stasiun Bandung |
Sang mentari belum keluar dari peraduannya, gelap temaram masih menyeruak menyelimuti kota Bandung yang masih lengang dengan udara sejuk menyapa wajah. Minggu subuh yang sepi di bilangan Stasiun Bandung, kereta api patas sudah terparkir menunggu penumpang yang akan mengantarkan menuju stasiun-stasiun di sebelah timur Bandung. Tak lama, suara dari corong pengeras suara memberitahukan bahwa kereta patas tujuan ke arah cicalengka akan segera berangkat. Bergegas kami pun berjalan menuju peron dan masuk gerbong yang sepi. Kereta pun kemudian mulai bergerak menunaikan tugasnya, dan terbilang cepat kami pun akhirnya sampai di Stasiun Rancaekek hanya dengan hitungan sekitar 10 menit. Melewati pemandangan sawah yang tak terlihat gelap dan tentunya melewati sebuah Stadion anyar dekat Stasiun Cimekar yang bercahaya dari kejauhan. Stadion yang akan menjadi kebanggaan warga Jawa Barat yang sempat hangat dibicarakan karena salah satu usulan penamaannya merujuk pada nama wali kota Bandung yang menjadi saksi kasus korupsi, tapi untunglah namanya tak dijadikan nama stadion tersebut.
