Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 September 2012

Mengunjungi Benteng Belanda di Gunung Puteri, Jayagiri Lembang


Dahulu saat bangsa kita masih dijajah oleh Belanda. Para penjajah tersebut banyak membangun sejumlah bangunan,baik berupa gedung, rumah ibadah, kompleks perumahan bahkan benteng pertahanan perang dsb. Setelah Indonesia merdeka peninggalan tersebut ada yang masih tersisa dengan berbagai kondisi dan ada pula yang musnah. Mungkin salah satu yang kurang mendapat perhatian adalah peninggalan sejarah berupa benteng pertahanan atau pengintaian yang terdapat di beberapa tempat di daerah Bandung dan sekitarnya. Beberapa benteng di antaranya terdapat di Kampung Pasir malang desa cipada, Lereng bukit Gunung Burangrang dan beberapa tempat di sekitar Sumedang, Gunung Puteri Lembang dan masih banyak di beberapa tempat lagi.

Benteng Gunung puteri, Jayagiri Lembang


Rabu, 05 September 2012

Wacana Bandung Sebagai Pusat Pemerintahan Hindia Belanda

Apakah pernah terbayang di benak kita semua khususnya sebagai warga Bandung, bila Kota Bandung dijadikan sebagai Ibukota ataupun pusat pemerintahan Indonesia!

Kawasan ITB, sekitar tahun 1925, Foto http://yulian.firdaus.or.id


Ehmm, pasti banyak yang pro dan kontra dengan hal tersebut, bagi yang kontra dengan hal tersebut mungkin dikarenakan sebagai ibukota Provinsi saja Bandung sudah begitu sesak dan padat, bagaimana kalau menjadi ibukota Negara..”Beuki heurin ku tangtung wae ieu kota jigana teh”.

Selasa, 19 April 2011

Sedikit Cerita Lain Tentang Bung Karno

Bung Karno
Kusno Sosrodihardjo, mungkin nama itu sedikit asing di telinga kita. Tapi bila menyebut nama Soekarno atau Bung karno pasti nama itu sudah familiar di telinga kita. Anak ke-3 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo (asal Probolinggo) dan Ida Ayu Nyoman Rai (asal Singaraja, Bali) yang lahir * pada tanggal  6 juni 1901 di kota Surabaya. Bung karno lahir tanpa bantuan dukun beranak, proses persalinannya pun hanya dibantu oleh seorang kawan keluarga.

Saat itu  Ida ayu nyoman (ibu bung karno) mempunyai firasat baik tentang anaknya, sambil mendekap bayinya, ia mengucapkan dalam hatinya : "Engkau akan menjadi pemimpin rakyat kita,karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi di saat fajar mulai menyingsing, jangan lupakan itu, nak, bahwa engkau ini Putra sang fajar." Benarlah perkataan sang ibu, Soekarno menjadi pemimpin bangsa dan diangkat menjadi presiden pertama RI pada tgl 18 Agustus 1945 dan menjadi salah satu tokoh yang cukup lantang melawan Imprealisme dan kolonialisme barat, sehingga  cukup di kenang atas jasa jasanya sampai sekarang (terlepas dari yang pro dan kontra).

***

Pasti sudah banyak catatan atau buku yang membahas tentang Bung karno dengan segala cerita dan kisahnya. Saya pun ingin sedikit mengulas sedikit kisah lain tentang Bung karno dari soal wanita hingga hal-hal yang cukup lucu.

Jumat, 15 April 2011

KAA (Konferensi Asia-Afrika) di Bandung

10 tahun setelah bangsa kita memproklamasikan kemerdekaannya, ada suatu peristiwa penting yang dapat menjadi salah satu hal yang membuat kita bangga menjadi orang Indonesia. Nah, republik kita yang masih belia umurnya tersebut sudah bisa melaksanakan sebuah konferensi bertaraf Internasional yang ngebahas soal kemerdekaan bangsa lain di Asia dan Afrika. Gimana ga bangga coba.

Kita pasti sudah tau dong yang namanya Konferensi Asia Afrika a.k.a KAA yang di selenggarain di Kota Bandung tercinta ini, yang sekarang ada museumnya di Jalan Asia-Afrika kota Bandung.

Kamis, 10 Juni 2010

Panjalu, Sebuah Sejarah Sepenggal Kisah

Tatar Pasundan, Sekitar Abad 13-14 M

Situ Panjalu, Foto jepretan sendiri
Terdapatlah sebuah kerajaan bercorak agama hindu di tatar Pasundan yang dikelilingi benteng alamiah berupa pegunungan yang membentang membatasi batas kerajaannya dengan kerajaan lain. Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Panjalu. Menurut kisah dalam babad panjalu saat masa kerajaan Panjalu dipimpin oleh Prabu Sanghyang Cakradewa kerajaan Panjalu adalah kerajaan yang makmur dan disegani karena kearifan, kebijaksanaan serta adilnya sang raja dalam menjalankan roda pemerintahannya.


Suatu masa sang raja ingin agar kelak saat tua nanti manjadi seorang petapa atau resi dan meninggalkan singgasananya, maka diangkatlah putera pertama sang raja yang bernama Sanghyang Lembu Sampulur II menjadi putera mahkota. Dan putera keduanya yaitu Sanghyang Borosngora menjadi patih dan senopati kerajaan/panglima perang. Nah untuk menjadi seorang panglima perang maka dibutuhkan ilmu yang sakti dan kemampuan berperang yang mumpuni maka diperintahkanlah Borosngora oleh ayahnya untuk berkelana mencari ilmu dan berguru kepada Brahmana, petapa, resi dan orang orang sakti lainnya di penjuru tanah jawa.