Tampilkan postingan dengan label Curug. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curug. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2013

Berkunjung Ke Curug Siliwangi (Lagi)


Bertualang ke Curug Siliwangi bersama satubumikita
Bandung, 3 Februari 2013

Udara dingin dan sejuk menyapa kedatangan kami di pagi itu. Pohon pinus berjejer, menjulang serta ditingkahi riak arus sungai Cigeureuh yang menari-nari liar. Gerangan kedatangan kami ber-5 di kawasan sungai Cigeureuh yang termasuk dalam Wanawisata Gunung Puntang adalah untuk mencoba berkunjung ke salah satu objek air terjun (curug), yaitu Curug Siliwangi. Wanawisata Gunung Puntang berada di daerah Cimaung, Kabupaten Bandung.  Selain Curug Siliwangi, kawasan tersebut menjadi akses masuk menuju dua curug lainnya, yaitu Curug Cikahuripan dan Curug Gentong. Curug Cikahuripan merupakan curug yang terdekat dari area perkemahan serta aksesnya pun cukup mudah dijangkau, curug tersebut memiliki ketinggian sekitar 6 meter dengan aliran air yang jernih. Sedang Curug Gentong merupakan Curug yang jarang dikunjungi, karena jalur yang cukup sulit.   

Kamis, 11 Oktober 2012

Jejak-jejak di Hari Sabtu


Di sabtu pagi yang cerah itu dimulailah petualangan kami menuju daerah Cilengkrang, Ujung Berung Bandung. Perjalanan sendiri dimulai dari masjid Ujung Berung dengan berjalan kaki. Petualangan kali ini diikuti oleh 10 orang Rimbawan dan Rimbawati (meminjam istilah dari Pa Tatan, nanti dibalikin ya pak istilahnya. he ).

Rabu, 13 Juni 2012

Berkunjung ke Curug Cinulang

Curug Cinulang

Hari Minggu  yang lalu, tepatnya tgl 10 Juni, saya bersama ke 2 teman berkesempatan berkunjung ke salah satu objek wisata air terjun yang berada di daerah Cicalengka, yaitu Curug Cinulang. Berangkat menumpang kereta api KRD ekonomi dari Stasiun Kiaracondong menuju stasiun Cicalengka dengan ongkos yang sangat murah yaitu Rp.1000. Dari stasiun Cicalengka berlanjut jalan kaki sekitar 10-11 km menuju Curug Cinulang. Huuh, cape juga, sebenarnya banyak angkutan umum dari Stasiun Cicalengka yang langsung menuju Curug, tapi kami ber-3 memilih berjalan kaki saja, ya selain sambil menikmati pemandangan sepanjang jalan juga penghematan..hehe. Kalo jalan kaki waktu tempuh bisa mencapai 2,5-3 jam, tapi kalo naik angkutan umum hanya sekitar 45 menit sudah sampai curug.

Senin, 16 April 2012

Catatan Perjalanan : Berkunjung ke Curug Cileat, Subang



Udara dingin dan jalanan kota Bandung masih lengang serta temaram dan cenderung gelap menemani perjalanan subuh kami di dalam angkot yang melaju menuju terminal Ledeng. Hari sabtu itu (14/04/2012) saya dan Derry (Ujang endey) bertujuan mencoba menjelajah salah satu objek wisata air terjun (Curug) yang ada di Kab.Subang Jawa Barat, yaitu Curug Cileat. 


Kamis, 29 Maret 2012

Catatan Perjalanan : Cerita Hari Sabtu di Gn.Puntang


Berbekal air minum, 6 bungkus nasi, 5 buah tahu serta tempe, 2 telur dadar yang rasanya sedikit asin dan satu sachet kecap manis cap Bango dan ditambah sambel ulek yang dibeli di warung si Ibu, saya bersama 9 teman lainnya memulai perjalanan seru di hari sabtu itu. Hari itu saya bersama teman-teman yang kebanyakan anak-anak "Backpacker" dari Bandung & Jakarta akan sedikit berpetualang di kawasan hutan Gn.Puntang di selatan Bandung. Kebetulan pula sabtu itu bertepatan dengan tanggal 24 maret yang mana pada tahun 1946 terjadi peristiwa bersejarah yaitu Bandung Lautan Api (Bukan "Bandung Lautan Asmara" ya).

Senin, 20 Februari 2012

Catatan perjalanan ke Curug Malela #2

Perjalanan saya yang kedua mengunjungi Curug Malela.

Mari kita simak catetan kecil ini..

Perjalanan yang panjang, melelahkan tapi seru, mungkin itulah sedikit dari kata-kata yang bisa menggambarkan petualangan kami ke Curug (Air terjun) Malela di hari minggu kemarin tgl 19 Februari 2012. Acara Backpacking ke Curug Malela, Alhamdulillah berjalan cukup lancar, seru dan tak ada hambatan yang begitu berarti. Tak disangka pula teman-teman yang ikut serta cukup banyak, tercatat cekitar 28 orang. Teman-teman yang berpartisipasi tak hanya berasal dari Bandung tapi ada yang cukup niat pula yang sengaja datang langsung dari Jakarta dan Bogor hanya untuk berkunjung ke Curug Malela.


Di dalam truck


Selasa, 20 Desember 2011

Catatan Perjalanan ke Curug sabuk, Sumedang

Keindahan alam di tatar Priangan ini memang tak akan pernah ada habisnya tuk kita kagumi dan jelajahi. Selalu saja ada objek wisata menarik yang patut kita kunjungi. Seperti sabtu yang lalu (17/12/2011), saya dan beberapa teman berkesempatan mengunjungi salah satu objek Curug (air terjun), yaitu Curug Sabuk yang tepatnya berada di lereng Gunung Kareumbi, Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Kec. Sumedang Selatan, Kab. Sumedang, .

Akses menuju Curug Sabuk

Untuk menuju Curug sabuk, kami bertolak pagi hari dari halte Bus di Jalan Dipati Ukur, Bandung menumpang Bus Damri Jurusan Jatinangor dengan ongkos Rp.5000. Bus Ac yang cukup penuh sesak oleh penumpang khususnya anak pramuka yang akan persami (perkemahan sabtu-minggu) di Kiara Payung. Sekitar 1 jam perjalanan di dalam Bus akhirnya kami pun sampai di pemberhentian terakhir di Jatinangor (Unpad). Dari Jatinangor kami kembali meneruskan perjalanan dengan mencarter angkot berwarna cokelat jurusan Sumedang-Cileunyi untuk menuju daerah Nangorak, Sumedang (start trekking/jalan kaki menuju Curug Sabuk) dengan biaya sewa angkot sebesar Rp.110.000.


Selasa, 06 Desember 2011

Trekking Curug Lalay dan Curug Panganten

Ada berapa jumlah Curug (Air terjun) yang ada di kawasan Bandung dan sekitarnya (Kota Bandung, Kab.Bandung, Kab.Bandung Barat dan Cimahi). Ehmm, jawabannya yang pasti banyak banget :).. Susah banget ngitungnya. Dari Curug yang jadi objek wisata sampai curug alami yang jarang banget dikunjungi orang.

Salah satu curug yang bisa dikatakan jarang dikunjungi karena akses jalan serta informasi yang kurang mengenai curug tersebut adalah Curug lalay, Curug tersebut tersembunyi diantara lembah di pelosok yang cukup terpencil. Akses menuju curug pun bisa dikatakan sangat sulit ditambah tidak adanya arah petunjuk jalan. Hampir dari setengah perjalanan tuk menuju curug adalah menyusuri sungai (Sungai Cimahi), sisanya melipir sisi sungai dan menembus semak belukar. Curug Lalay masuk ke daerah Desa Bonggol, daerah Ciuyah, Cimahi Utara yang berbatasan dengan Cisarua (Kab.Bandung barat).

Petani yang sedang beraktivitas, background Gunung Burangrang

Sabtu, 10 September 2011

Potensi Wisata Curug

Indonesia memang begitu kaya akan keindahan panorama alamnya, ditambah keunikan dari setiap budaya masing-masing daerah. Setiap Propinsi bahkan kota memiliki keunikan serta ciri wisata yang khas dan cukup menarik untuk dikunjungi.

Begitu pula dengan Propinsi Jawa Barat (Jabar). Salah satu propinsi terbesar di Indonesia ini memang memiliki kekayaan dan bentang alam yang indah serta menyimpan begitu banyak keindahan yang tak ternilai. Salah satu objek wisata di Jabar yang cukup berpotensi menjadi wisata andalan adalah wisata curug (dalam bahasa sunda berarti air terjun), karena cukup banyaknya curug yang tersebar di setiap kota/kab di  Jabar. Bisa dikatakan mungkin masih banyak curug yang belum dikenal masyarakat banyak dan masih alami.

Minggu, 31 Juli 2011

Curug Luhur Cigangsa Batu Suhunan


Curug Luhur Cigangsa Batu Suhunan berada di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat. Apabila kita berkunjung ke Curug Luhur Cikaso untuk sampai ke lokasi kita bisa berjalan kaki ataupun kita bisa melalui jalan sungai yang diantar oleh masyarakat di sana dengan menggunakan perahu kecil.

Sumber : http://disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=279&lang=id

Curug Sabuk


Curug Sabuk merupakan salah satu objek wisata alam di Kabupaten Sumedang yang bisa dibilang masih jarang dikunjungi.  Bagi yang ingin mengunjungi curug ini, lebih baik menyewa guide dari penduduk lokal, dikarenakan lokasinya yang berada di dalam hutan.

Curug ini memiliki enam buah curahan air dengan ketinggian yang berbeda-beda.  Curahan tertinggi mencapai sekitar 70 meter.
Terletak disekitar Taman Buru Gunung Masigit dan kawasan Gunung Kareumbi, tepatnya Kab. Sumedang Propinsi Jawa Barat.


Sumber : http://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-barat/curug-sabuk---sumedang

Kamis, 28 Juli 2011

Catatan perjalanan : Botram di Curug Siliwangi

24/07/2011

M inggu pagi yang hangat serta diiringi cuaca cerah ceria menemani perjalanan kami menuju kawasan Wanawisata Gunung Puntang yang berada di daerah Cimaung, Kabupaten Bandung. Kami yang berjumlah-12 orang bertolak dari Tegallega sekitar pukul 08:15 dengan menggunakan angkot carteran. Sekitar 1 jam kemudian kami pun sampai di gunung puntang, udara yang sejuk dan pepohonan yang tinggi menjulang menyapa kehadiran kami yang cukup penat dengan keriuhan kota yang padat.

Tujuan utama kami adalah curug (air terjun) siliwangi yang berada dijauh rimbunnya pohon serta di balik gunung-gemunung. Sebelum menuju Curug siliwangi, kami menyempatkan diri sejenak singgah ke Curug cikahuripan dan kolam Cinta yang tak jauh dari tempat berkemah (tanah lapang dekat warung dan wisma penginapan). Sekitar 15 menit berjalan sampailah kami di curug cikahuripan. Curug tersebut memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan air yang mengalir jerih dan dingin. Di sekitar curug terdapat sebuah batu yang dinamakan batu sembahyang, entahlah apa maksudnya.

Curug cikahuripan

Rabu, 20 Juli 2011

Bertualang ke Curug Bugbrug, Tilu, Layung dan Sukawana

Teks & Foto : Opik




Di depan Curug bugbrug


Bandung, 29-06-2011

Curug bugbrug  berlokasi di daerah Parongpong, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Curug tersebut dinamakan Bugbrug atau bubrug dikarenakan menurut penuturan warga sekitar air yang jatuh dari atas tebing menghasilkan suara bug-bug (brug-brug) oleh karena itulah warga menamainya Curug Bugbrug.  Curug tersebut memiliki ketinggian sekitar 50 meter,  air yang mengalir dari curug tersebut berasal dari situ lembang yang merupakan hulu sungai Cimahi. Di aliran sungai cimahi sebenarnya terdapat banyak sekali curug, seperti curug yang sudah cukup dikenal yaitu Curug Cimahi yang berada tidak jauh dari Curug bugbrug.  

Curug Tilu

Curug Layung

Selain Curug Bugbrug dan Curug Cimahi terdapat pula curug tilu dan curug layung. Kedua Curug tersebut masih berada di aliran sungai Cimahi yang bisa dikatakan masih cukup alami. Curug tilu dinamai seperti itu karena mempunyai tiga tingkat (bahasa sunda tiga adalah tilu), yang total ketinggianya sekitar 10meter dengan lebar sekitar 2 meter . Lalu bila kita terus menyusuri bantaran sungai cimahi kita akan menemukan satu curug lagi yaitu Curug layung yang ukurannya lebih kecil tapi dengan kolam alami yang cukup dalam dan luas. Bila kita masih kuat berjalan kita bisa meneruskan perjalanan pulang melalui jalur perkebunan teh sukawana yang luas dan hijau.

Minggu, 15 Mei 2011

Catatan Perjalanan Ke Curug Malela

Bandung, 30 April 2011

Sabtu pagi yang cerah, saya bersama teman-teman berkesempatan mengunjungi sebuah air terjun (Curug-red) yang berada di pelosok daerah rongga yang nun jauh disana. Tepatnya di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Ya, curug yang dimaksud adalah Curug Malela yang kini mulai populer dikalangan para pelancong/wisatawan ataupun para petualang.

Sekitar jam 8 pagi perjalanan menuju curug malela kami mulai, bertolak dari Terminal Ciroyom yang becek dan bersatu dengan pasar. Perjalanan kami mulai dengan naik angkutan umum berupa mobil elf jurusan Bandung-Bunijaya dengan ongkos Rp.15.000, waktu tempuh sekitar 4 jam. Selain elf bisa juga menggunakan bus berukuran sedang jurusan yang sama dan tempat pemberhentian yang sama pula tapi dengan ongkos yang sedikit berbeda,Rp.20.000 serta waktu tempuh yang sedikit lebih lama dibanding elf, sekitar 5 jam perjalanan.

Elf pun melaju dengan kencang seperti mobil balap. Pantat saya pun cukup panas berjam-jam duduk di dalam elf. Serta atraksi dari sang supir yang menunjukkan kelihaiannya mengendarai elf dengan sering bermanuver dan cukup membuat "sport jantung" . Setelah perjalanan yang cukup jauh,kami pun tiba di Bunijaya sebelum adzan dzuhur berkumandang.

Kami disambut "hangat" oleh para tukang ojeg yang menawarkan jasa untuk mengantarkan kami menuju Curug Malela. Untuk ongkos ojeg sendiri mereka mematok harga yang cukup bervariasi berkisar Rp.50.000-Rp.80.000 (Pergi-Pulang), tergantung bagaimana kita bisa menawar. Dan akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju Curug untuk menghemat uang. Kata tukang ojeg jarak dari Bunijaya ke Curug Malela sekitar 13km-an lebih.

Kebun teh Montaya



Sabtu, 23 April 2011

Curug Bugbrug







Curug yang berada di daerah parongpong,Lembang,kabupaten Bandung Barat ini memeiliki ketinggian sekitar 75 meter-an dengan lebar 1-2 meter dan dengan kedalaman kolam berkisar 3-4 meter dan perlu diingat jangan mencoba untuk berenang karena krena cukup dalam serta arus yang cukup deras.Kenapa di Namai Curug Bugbrug,karena menurut penduduk setempat air yang jatuh menghasilkan suara "Brug,brug.brug" lalu oleh masyarakat namai lah Curug Bugbrug.

Akses menuju curug berupa petakan sawah selada air dan bukit bukit batu yang indah serta mengalir sungai yang cukup jernih,untuk biaya tiket bila sedang ada penjaga (sekaligus sebagai petani) biasanya dipungut Rp.1500/orang bila beruntung tak ada penjaga bisa gratis.Perlu diingat juga saat musim hujan harus extra hati hati karena akses menuju curug akan sangat berat karena harus menyusruri sungai.