Rabu, 18 Desember 2013

Catatan Perjalanan : Gunung Kerenceng (Bagian 1)

24 November 2013

salah satu jalur gunung kerenceng

Perjalanan yang bisa dikatakan mendadak, dan setelah saya lihat catatan-catatan perjalanan sebelumnya kebanyakan memang perjalanan saya dan kawan-kawan sebagain besar mendadak alias impulsif. Tapi saya dan kawan-kawan seperjalanan sebisa mungkin dan hampir pasti menerapkan manajemen perjalanan, sama seperti teori klasik dari mata kuliah saya dulu (jadi inget kuliah, orang pada udah lulus..), yaitu 5W 1H, what, who, when, where, why dan How. Oke saya tidak akan bahas lebih jauh lagi 5w 1 h :). Lanjut.

Pendakian gunung yang cukup mendadak ini sebenernya hasil dari kebingungan saya dan rekan yang akan menetapkan gunung yang akan didaki. Opsi ada 2 yaitu Kerenceng & Kendang, dan saya sedikit ingat waktu dulu berkunjung ke curug cinulang di daerah tersebut terdapat beberapa gunung dan salah satunya adalah Kerenceng. Dan jadilah gunung kerenceng yang akan sedikit kami eksplorasi di hari minggu itu.

Perjalanan kami mulai dari bilangan stasiun Bandung, janjian pukul 05.30 dan rencana mau naik kereta yang jam 6. Ketepatan waktu kawan-kawan diuji di sini, sekitar  jam 6 pagi barulah kami berkumpul semua dan terpaksa memakai kereta yang jam 6.30. Selain itu banyak kawan-kawan yang baru ikut bergabung seperti adek dari medan, pak firman, hasby, alan. 

Kereta yang akan kami gunakan yaitu KRD ekonomi jurusan Cicalengka.Singkat cerita sampailah kami di stasiun cicalengka, waktu tempuh dari stasiun bandung ke cicalengka sekitar 1 jam lebih dan tiketnya 1500 perak. Dari stasiun Cicelangka kami sepakat mencarter kol buntung ke desa jambu aer sebagai titik awal pendakian menuju Gunung Kerenceng. Gunung kerenceng sendiri berada di antara beberapa perbatasan wilayah Sumedang, Kab.Bandung dan Garut. Dan termasuk ke dalam wilayah konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi.

Jalan angkutan untuk menuju Gunung Kerenceng sebenarnya sama seperti akan berkunjung ke curug cinulang (cinulang berada sekitar 3 km sebelum desa jambu aer). Untuk rombongan sebaiknya kita mencarter angkutan/kol buntung atau naik ojeg bila hanya beberapa orang atau membawa kendaraan sendiri atau yang terakhir ya jalan kaki sekitar 20-25 km ke titik awal. 

Gunung ini sebenarnya tidak terlalu tinggi, sekitar 1763 Mdpl, tapi kita jangan melihat sebuah gunung dari tinggi atau terkenalnya, tapi lihat dari aspek lainnya, seperti keanekaragam hayati, mitos atau legendanya, sejarah dan hal lainnya yang bisa kita gali dan kita pelajari. Di sekitaran Bandung sendiri banyak gunung yang tidak begitu dikenal dan layak untuk dijelajahi.



Bersambung ke Catatan Perjalanan : Gunung Kerenceng Bagian 2 :: http://bloggopik.blogspot.com/2014/01/catatan-perjalanan-gunung-kerenceng.html:)

Foto : komunitas satubumikita

10 komentar:

  1. bener baru denger, klo dijawa barat yg masyhur kan cermai gede salak dll

    cukup terjal tuh jalurnya, wah picnya mau nambah dong :)

    salam kenal

    BalasHapus
  2. wooow kkeren sekali kang viewnya...kalaus sya mah entah kapan bisa mendaki gunung lagi :(
    pastinya menjadi pengalaman yang tak terlupakan ya kang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kang hayu atuh mendaki :))

      Hapus
  3. Waah keren nih.
    kapan-kapan kalau musim hujan sudah berlalu, saya mau info pendakiannya ya kang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap.. follow aja blog satubumikita atau fb/twitternya, saya suka share kegiatan di sana :)

      Hapus
  4. Waaah keren deh.. kapan2 klo kesana lg kbri kang..
    Eh.. ada pita juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mksh juga azizah:) nuhun sudah berkunjung :)

      Hapus
  5. kere abis mita tambah fotonya lagi

    BalasHapus
  6. kere abis mita tambah fotonya lagi

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak anda.

Terima kasih sudah berkomentar