Langkah-langkah kaki, berayun, menapaki sejengkal demi sejengkal tanah berpasir. Tak lama hujan sedikit mereda dan kemudian membesar mencurahkan buliran air menghujam bumi.
Asap mengepul tenang, membungbung tinggi di tengah kawah yang menganga. Ramai orang berjejalan, berteduh, beriringan, melangkah, kebasahan, kedinginan letih.
Kumpulan cantigi membisu, bergoyang tertiup angin tersaput halimun senja. Sang bunga abadi terpaku terdiam bersama remang cahaya terhalang mega. Gulita mulai menyeruak di tengah lembah riuh kumpulan anak manusia.
Entah apa yang mereka dan aku cari di sana?
Beribu jawaban yang mungkin klise bisa jadi terlontar dari mulut yang kelu.
Hari mulai bergulir kembali,
beriring doa terpanjat pada sang Pencipta semesta. Langkah kecil adalah awal bersama pagi yang
menyambut segar. Berjalan diantara rindangnya pepohonan serta hijaunya hutan di
kejauhan pelupuk mata. Gontai langkah bersama kawan di alam, mencoba sedikit
menemukan arti dari secuil sisi diri kita sebagai manusia, manusia yang kecil
tapi kadang begitu angkuh dan sombong. Mencoba untuk mencintai tanah dan air
yang luas terbentang seolah tak berujung.
![]() |
| ilustrasi : Dephut.go.id |
