Selasa, 18 Juni 2013

Bandung oh Bandung





Sekitar 203 tahun yang lalu, sebuah kota kecil mulai terbentuk. Dari ucapan sang Gubernur Jendral yang Galak, Deandels berkata sambil menancapkan tongkatnya:  “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!”. Artinya “Coba usahakan, jika aku datang kembali, di tempat ini telah dibangun sebuah kota!”. Selang 2 abad lebih, kota kecil yang dikelilingi gunung tersebut menjadi sebuah kota besar yang hiruk pikuk, kota yang hanya dirancang untuk penduduk beratus ribu, berubah menjadi pemukimam padat penduduk dengan penghuni berjuta-juta jiwa. Jalan-jalan kecil dengan banyak persimpangan tak mampu menampung kendaraan yang berjubel melimpah ruah menyebabkan kemacetan yang tak terelakkan. Jalan mulai banyak yang berlubang dan korban di jalanan pun berjatuhan, komplen dan gerutuan tak terhindarkan kepada pemerintah kota. 



Wali kota sekarang yang menjadi bahan cacian dan sedang sibuk sebagai saksi kasus bansos (bantuan sosial), seolah tak mampu menangani kota yang dipimpinnya ini, 2 kali menjabat dan bisa dibilang 2 kali pula gagal memegang amanah, bahkan menepati janjinya sendiri di kala kampanye. Kawasan hijau di Bandung utara yang banyak berubah menjadi perumahan mewah, bangunan cagar budaya yang secepat kilat berubah menjadi proyek bangunan komersil, itu secuil contoh yang mungkin bisa kita lihat secara nyata. Walau bisa jadi  prestasi selama dia menjabat juga tertoreh, sebut saja, Bandung lautan sampah, Bandung pinuh ku pkl..Bandung macet.. haha.

Ya, sudah lupakan mang Dada Rosada yang sebentar lagi lengser dari jabatannya disertai kasusnya itu. Kita sebagai masyarakat Bandung, sebentar lagi (tgl 23 juni 2013) akan memilih pemimpin baru, dan untung mang Dada tidak nyalonin lagi,..haha. Tapi ya Allooh istrinya malah nyalonin sebagai wakil walikota . 

Dengan banyaknya bakal calon walikota yang berjumlah 8, mungkin nanti kita akan pusing harus milih yang mana, yang penting siapa pun yang terpilih, mau itu mang wawan, mang wahyu, mang budi dalton, mang emil, mang  edi, mang ayi atau mang bambang. Yang terpenting nantinya dia bisa lebih baik dari mang Dada Rosada , jalan bagus, lingkungan hijau terpelihara, warga makmur dan bahagia, bangunan heritage penanda zaman keemasan Bandung tak dirubuhkan, transportasi alternatif digalakan, dan masih banyak lagi. Dan kembalikan  pula Bandung menjadi "Gemah Ripah Wibawa Mukti"



2 komentar:

  1. Bandung, Bandung, Bandung,... baheula Paris van Java, ayeuna borok jeung kusta.. baheula dilingkung gunung, ayeuna heurin ku tangtung...

    #Bandung Kusta-Kang Doel... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. seingat saya doel (kalo yg dimaksud doel sumbang), ngedukung mang dada rosada yg negbuat bandung kaya gini :)

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak anda.

Terima kasih sudah berkomentar