Minggu, 15 Mei 2011

Narcissus yang Narsis

Sedikit asal usul tentang Narsis.....Semoga bermanfaat

Ada seorang tokoh dalam mitologi Yunani yaitu seorang pemuda yang memiliki muka yang ganteng banget. Dia adalah anak dari dewa sungai, Kefissos. Ibunya adalah seorang nimfa bernama Liriope. Ketika dia masih kecil, seorang peramal bernama Teiresias berkata kepada kedua orang tuanya bahwa anak mereka akan berumur panjang apabila tidak melihat dirinya sendiri. Akibat ketampanannya banyak yang jatuh cinta kepada dia. Salah satunya adalah yang bernama Ekho yang jatuh cinta pada pemuda itu. Nama si pemuda ganteng maut itu adalah Narcissus atau Narkissos (bahasa Yunani: Νάρκισσο).

Lukisan Narcissus memandangi bayangannya sendiri. Foto : wikipedia.org



Tidak seorang pun yang dibalas cintanya oleh si Narcissus. Demikian pula Ekho. Ekho hidup dalam kesendirian dan kesedihannya. Dewi Nemesis mendengar doa Ekho yang cintanya ditolak tersebut. Nemessis mengutuk Narcissus  supaya jatuh cinta kepada bayangannya sendiri.


Narcissus emang kebangetan nolak gadis yang suka padanya padahal gadis-gadis itu cantik,tapi dia nganggap bahwa kecantikannya itu ga ngimbangin kegantengannya itu. Malah dia menganggap kalo dialah yang paling ganteng dan tampan didaerah itu.

Suatu hari pas narcissus lagi ngaca di danau favoritnya itu (dulu kayanya belum ada cermin jadi ngaca di danau, apalagi hp berkamera ..hehe ). Pas lagi anteng-antengnya ngaca mengagumi dirinya sendiri,eh si narcissus jatuhke dalam danau itu. Karena ga bisa renang akhirnya dia pun tenggelam dan meninggal. Sepertinya itu adalah kutukan dari Nemessis  yang menjadi kenyataan,ketika dia melihat bayangan dirinya di sebuah danau hingga si ganteng maut pun harus mati muda ti serele/soledat  .

Bunga Narsis atau dafodil (Narcissus) .

Konon kemudian tempat dimana si Narcissus meninggal itu tumbuh bunga yang dikasih nama Narcissus,buat mengenang si pemuda tampan itu. Ternyata ga sampai disitu. Setelah Narcissus meninggal,konon air di dalam danau itu berubah jadi asin,nah lho.. ternyata si danau pun seolah-olah ikut sedih atas meninggalnya Narcissus. Tapi ternyata si danau bukan semata sedih atas meninggalnya Narcissus tapi karena sedih ga bisa lihat keindahannya sendiri. Karena pas Narcissus masih suka ngaca di danau itu,si Narcissus suka ngacanya tuh deket banget ke permukaan air danau. Nah jadi si danau pun ngaca sama matanya si Narcissus itu (ketularan narsis ).. Aneh juga.. :).

Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud. Yang kemudian kita pun sekarang mengenal istilah Narsis,Narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) yang kita kenal sehari-hari untuk menyebut rasa kecintaan yang berlebih pada diri sendiri.Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain.

Intinya sih wajar bila kita Narsis tapi dalam batas wajar dan tidak berlebihan,karena sesuatu yang berlebihan itu kan tidak baik. Orang mungkin akan ilfill liat kita yang narsisnya ga ketulungan. Jadi belajar lah dari contoh kasus si ganteng maut Narcissus yang Narsis abis dan harus meregang nyawa karena kenarsisannya itu.


Semoga bermanfaat. Terima kasih


Sumber :
Morrison, Andrew. 1997. Shame: The Underside of Narcissism. The Analytic Press. ISBN 0-88163-280-5

Sumber foto :





1 komentar:

  1. tiseureuleu, tikosewad, tigeubut jeung tisoledat nu matak jadi pikaisineun nya, kang... kalah kasep kumaha oge ari tiseureuleu mah memalukan pisan.. hahaha... menarik pisan artikelna, kang... lajengkeun wae...

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak anda.

Terima kasih sudah berkomentar